DIGITAL LIBRARY



JUDUL:TRADISI MANDI BAYA DI DESA MALI-MALI KECAMATAN KARANG INTAN KABUPATEN BANJAR
PENGARANG:ABDUR RASYID
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-10-10


ABSTRAK

Rasyid, A. 2024. Tradisi Mandi Baya di Desa Mali-Mali Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar. Tesis Program Studi Pendidikan IPS. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Pembimbing I : Dr. Syaharuddin, MA dan Pembimbing II : Jumriani, M.Pd.

Ada adat istiadat selama kehamilan, termasuk adat istiadat yang diikuti sebelum, selama, dan setelah kehamilan. Ada tradisi yang dikenal sebagai tradisi Mandi Baya di Desa Mali-Mali, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar.

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mendeskripsikan profil Desa Mali-Mali, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, 2) Mendeskripsikan tradisi Mandi Baya di Desa Mali-Mali, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar. Metodologi kualitatif deskriptif digunakan dalam penelitian ini. Observasi langsung ke lokasi penelitian, wawancara dengan bidan desa dan masyarakat Desa Mali-Mali, serta observasi lapangan didokumentasikan. Metode-metode ini digunakan sebagai prosedur pengumpulan data. Peneliti yang menyusun aturan wawancara dan observasi berfungsi sebagai instrumen penelitian. Reduksi data, penyajian data, dan verifikasi merupakan metode analisis data yang diterapkan. Triangulasi sumber, prosedur, dan waktu dapat digunakan untuk menguji keabsahan data.

Hasil penelitian tentang tradisi Mandi Baya di Desa Mali-Mali, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar adalah sebagai berikut: 1) Mali-Mali merupakan sebuah desa di Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Indonesia. Desa Mali-Mali merupakan desa yang berbatasan dengan Desa Sungai Arfat, Desa Jingah Habang Ulu, Desa Loktangga, dan Desa Pandak Daun. 2) Berdasarkan hasil observasi dan wawancara peneliti, tradisi Mandi Baya merupakan tradisi mandi selama tujuh bulan yang dilakukan oleh ibu hamil yang memiliki jumlah anak ganjil, yang dilakukan pada pukul 13.00-17.00 WITA. Terdapat 2 tahapan dalam tradisi Mandi Baya , yaitu tahap persiapan dan tahap pelaksanaan.

Setelah melakukan penelitian, kesimpulan yang dapat ditarik dari penelitian ini adalah tradisi Mandi Baya merupakan tradisi yang dilaksanakan di Desa Mali-Mali, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar. Tradisi Mandi Baya merupakan tradisi yang dilakukan oleh calon pengantin yang sedang hamil tujuh bulan. Tradisi ini dilaksanakan dari siang hingga malam hari. Tujuan pelaksanaan tradisi ini adalah sebagai bentuk pelestarian budaya yang jarang dilakukan oleh masyarakat setempat.

Kata Kunci : Tradisi, Mandi Baya , Desa Mali-Mali

 

 

     

 

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI