DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | APLIKASI ALGINAT SEBAGAI COATING AGENT (PELAPIS) PADA BIODEGRADABLE FOAM BERBASIS BATANG KELAPA SAWIT | |
| PENGARANG | : | SALSABILA DWIYANTI PUTRI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-10-17 |
Penelitian ini di latar belakangi oleh tingginya penggunaan kemasan makanan sekali pakai. Salah satu kemasan makanan yang umum di pakai adalah styrofoam. Meskipun sifat styrofoam ringan, praktis, harga yang sangat terjangkau, dan tahan panas maupun tahan air, styrofoam memiliki sifat yang tidak mudah terurai di alam dan berbahaya bagi kesehatan. Oleh karena itu, inovasi terkait kemasan makanan yang ramah lingkungan serta aman bagi kesehatan sangat dibutuhkan. Salah satu pilihan yang bisa kita ambil adalah biodegradable foam atau yang biasa disebut biofoam. Biofoam adalah inovasi terbarukan dari kemasan makanan ramah lingkungan yang terbuat dari pati tapioka. Biasanya dalam pembuatan biofoam juga ditambahkan filler atau bahan pengisi untuk memperkuat struktur biofoam. Namun, kelemahan biofoam masih ditemukan yaitu mudah rapuh dan sensitif terhadap air. Oleh karena itu, adanya tambahan bahan pelapis pada biofoam mungkin dapat memperbaiki sifat fisik biofoam. Pada penelitian ini penggunaan sodium alginat dengan tambahan kalsium klorida sebagai coating agent untuk meningkatkan ketahan biofoam terhadap air dan kekuatan biofoam.
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kualitas terbaik biofoam berbasis pati tapioka dan serat batang kelapa sawit dengan variasi konsentrasi sodium alginat sebagai pelapis. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima taraf perlakuan konsentrasi sodium alginat, yaitu 0%, 0,5%, 1,0%, 1,5%, dan 2,0%. Setiap perlakuan diulang sebanyak tiga kali sehingga diperoleh 15 sampel percobaan. Parameter yang diuji meliputi kadar air, daya serap air, kuat tekan, biodegradasi, serta morfologi permukaan biofoam. Analisis data dilakukan menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf nyata 5%. Proses pembuatan dilakukan dengan menggunakan mesin thermopressing pada suhu 90oC selama 3 menit. Biofoam yang dihasilkan di lapisi larutan sodium alginat sesuai perlakuan, disemprotkan kalsium klorida 2%, lalu dikeringkan menggunakan oven.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi konsentrasi sodium alginat berpengaruh nyata terhadap daya serap air dan kuat tekan, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap kadar air. Perlakuan terbaik dicapai pada biofoam dengan coating alginat konsentrasi 1,0% dengan kadar air 8,26%, daya serap air 14,54%, kuat tekan 27,47 kgf, dan biodegradasi terbaik ke – 3 selama 28 hari. Analisis morfologi mengindikasikan bahwa pelapisan alginat konsentrasi 1,0% menghasilkan lapisan yang rata dan homogen. Pada perhitungan HPP (Harga Pokok Produksi) biofoam dengan coating alginat konsentrasi 1,0% sebesar Rp1.084 rupiah.
Kata kunci: biofoam, pati tapioka, batang kelapa sawit, sodium alginat, coating
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI