DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Pengaruh Aplikasi Asap Cair Dan Resin Terhadap Mutu Fisik Dan Visual Batang Sawit Sebagai Material Furnitur | |
| PENGARANG | : | JOVY OKTORA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-10-21 |
RINGKASAN
Jovy Oktora, Pengaruh Aplikasi Asap Cair Dan Resin Terhadap Mutu Fisik Dan Visual Batang Sawit Sebagai Material Furnitur, dibimbing oleh Agung Nugroho dan Agung Cahyo Legowo
Tanaman kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.)merupakan komoditi perkebunan terbesar di Indonesia yaitu penghasil utama devisa negara. Tanaman kelapa sawit memiliki masa tidak produktif lagi apabila sudah memasuki usia 20-25 tahun sehingga perlu dilakukan peremejaan kembali, batang sawit merupakan limbah padat yang belum dimanfaatkan secara maksimal, limbah batang kelapa sawit akan menjadi masalah lingkungan yang serius jika tidak dilakukan upaya penanganan atau pemanfaatannya. Penelitian ini mengkaji potensi limbah batang kelapa sawit (BKS) atau batang sawit sebagai bahan baku material furnitur mengingat keberadaannya yang melimpah dari kegiatan peremajaan, namun memiliki kelemahan seperti kepadatan rendah, kekuatan mekanik terbatas, dan kerentanan terhadap serangan organisme perusak seperti jamur. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk meningkatkan mutu fisik dan visual batang sawit, serta menentukan perlakuan terbaik dari aplikasi asap cair dan resin, baik secara tunggal maupun kombinasi, menentukan perlakuan yang paling tepat untuk mencapai mutu terbaik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat aspek: kontrol (tanpa perlakuan), aplikasi asap cair 25 ml persampel, aplikasi resin 90 ml persampel, dan kombinasi asap cair 25 ml persampel dan resin 90 ml persampel. Bahan yang digunakan meliputi batang kelapa sawit, asap cair, dan resin. Sampel batang sawit yang dipotong menjadi ukuran 15x15x1.5 cm dan dikeringkan hingga air maksimal 13%. Aplikasi dilakukan dengan pencelupan, dan sampel didiamkan pada suhu ruangan selama 24 jam. Setelah itu dilakukan pengamatan kemunculan jamur selama 21 hari dan dilakukan pengujian fisis batang sawit meliputi uji kadar air, massa jenis, dan kuat tekan. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan uji lanjutan Duncan Multiple Range Test (DMRT) dan uji Hedonik (warna dan tekstur) menggunakan Kruskall Walis. Pada penelitian ini kemunculan jamur terjadi pada hari yang ke-2 pada sampel kontrol saja. Berdasarkan pembobotan kriteria, perlakuan resin adalah yang terbaik dengan nilai total 2.87, menghasilkan kadar air 13.2%, massa jenis 0.361 g/cm³, kuat tekan 3.65 MPa, tekstur 2.24, dan warna 2.88.
Kata kunci : Batang sawit, asap cair, resin, sifat fisik, visual batang sawit
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI