DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Pengaruh Penambahan Abu Sabut Pinang Sebagai Bahan Pengisi (Filler) Terhadap Karakteristik Marshall Pada Mix Formula HRS-WC
PENGARANG:APRILIA FARDA YOLIANTI SERA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-10-23


Sabut pinang merupakan limbah pertanian yang berpotensi sebagai filler alternatif karena mengandung selulosa dan silika yang tinggi, yang dapat memperbaiki daya ikat dan durabililitas campuran aspal. Dengan tujuan untuk mengevaluasi pengaruh penambahan abu sabut pinang sebagai bahan pengisi (filler) terhadap karakteristik marshall pada campuran Hot Rolled Sheet – Wearing Course (HRS – WC). Penelitian dilakukan untuk mengetahui sifat fisik dan mekanik baha, kadar aspal optimum (KAO), serta perubahan karakteristik marshall akibat variasi filler sabut pinang dan debu batu. Metode penelitian menggunakan pendekatan eksperimental di laboratorium dengan prosedur pengujian Marshall. Variasi filler digunakan dalam proporsi SP 100% hingga SP 0% terhadap berat, dan uji dalam lima kadar aspal berbeda, menghasilkan total 90 sampel. Parameter yang diuji meliputi stabilitas, flow, Marshall Quotient (MQ), VIM, VMA, VFB, dan density. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penambahan abu sabut pinang memberikan variasi signifikan terhadap karakteristik Marshall, terutama pada nilai stabilitas, flow, dan KAO. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan abu sabut pinang sebagai filler dapat menurunkan nilai KAO dibandingkan penggunaan filler debu batu. Nilai KAO tertinggi pada filler SP 100% (7,29%) sedangkan nilai terendah pada filler SP 0% (7,075%). Nilai stabilitas tertinggi didapat pada campuran filler SP 0%. Namun, seluruh variaisi campuran tetap memenuhi Spesifikasi Bina Marga 2024. Dengan demikian, abu sabut pinang dapat digunakan sebagai alternatif ramah lingkungan dalam campuran HRS-WC tanpa mengurangi kualitas struktural perkerasan jalan.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI