DIGITAL LIBRARY



JUDUL:MODAL SOSIAL TK-PPEG DAN PEMETAAN USAHA MASYARAKAT DALAM UPAYA PEMULIHAN EKOSISTEM GAMBUT
PENGARANG:NADIA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-10-30


ABSTRAK

NADIA. 2025. “Modal Sosial TK-PPEG dan Pemetaan Usaha MasyarakatDalam

Upaya Pemulihan Ekosistem Gambut” Skripsi, Program Studi Kehutanan

Fakultas kehutanan Universitas Lambung Mangkurat.Pembimbing: Dr.

Rina Muhayah Noor Pitri, S.Hut., M.Si dan Dr. Ir. Ahmad Jauhari, M.P

Kata kunci: Modal Sosial, Tk-ppeg, Pemetaan usaha

Ekosistem gambut merupakan salah satu ekosistem penting dan unik di

dunia, terbentuk dari tumpukan bahan organik hasil dekomposisi tumbuhan di lahan

tergenang air, terutama di daerah tropis. Di Kalimantan Selatan, sekitar 60 persen

lahan gambut mengalami kerusakan atau degradasi. Salah satu wilayah dengan

tingkat kerusakan tertinggi adalah Kecamatan Candi Laras Utara, Kabupaten Tapin,

yang juga memiliki lahan gambut terluas di provinsi tersebut. Setiap tahun wilayah

ini sering dilanda kebakaran lahan akibat praktik pembakaran untuk membuka

lahan pertanian maupun perkebunan. Selain itu, kebiasaan masyarakat Tapin dalam

mengambil kayu galam (Melaleuca spp.) untuk bahan bangunan, pagar, dan bahan

bakar juga turut memperparah kerusakan ketika dilakukan secara berlebihan tanpa

memperhatikan kelestarian lingkungan.

Salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk memulihkan kawasan

gambut adalah dengan mengoptimalkan modal sosial masyarakat, yang meliputi

unsur kepercayaan, jaringan sosial, norma, tindakan proaktif, kepedulian, dan kerja

sama. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa modal sosial memiliki peran

besar dalam keberhasilan pengelolaan sumber daya alam berbasis masyarakat.

Penelitian ini bertujuan menganalisis modal sosial Tim Kerja

Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut (TK-PPEG) dalam upaya

pemulihan ekosistem gambut, serta memetakan sebaran usaha masyarakat di empat

desa yaitu Marampiau, Sungai Rutas, Sungai Rutas Hulu, dan Baringin A. Metode

yang digunakan adalah purposive sampling, yaitu pemilihan sampel berdasarkan

pertimbangan tertentu, seperti keberadaan anggota TK-PPEG dan aktivitas

pengelolaan gambut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat modal sosial

masyarakat di empat desa berada pada kategori sedang, namun cukup berpengaruh

terhadap kegiatan pemulihan. Bentuk usaha masyarakat meliputi peternakan

kambing dan rehabilitasi lahan di Sungai Rutas Hulu, peternakan sapi di

Marampiau dan Baringin A, serta penanaman kembali lahan dengan bibit petai,

mangga, dan galam.

 

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI