DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Konstruksi Sosial Pengemis di Kota Banjarmasin | |
| PENGARANG | : | DELLA PUSPITA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-11-03 |
Keberadaan pengemis menjadi bagian dari fenomena sosial yang muncul akibat kemiskinan, ketimpangan sosial, kurangnya keterampilan, serta minimnya akses terhadap pendidikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana konstruksi sosial terbentuk melalui peran pengemis dalam kehidupan sehari-hari di Kota Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan pengemis, masyarakat, dan pihak terkait, serta dokumentasi pendukung. Teori yang digunakan adalah teori konstruksi sosial dari Berger dan Luckmann (1990:185) dalam Dharma,(2018), yang menjelaskan bahwa konstruksi sosial terbentuk melalui tiga tahapan: eksternalisasi, objetifikasi, dan internalisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses eksternalisasi terlihat ketika pengemis mulai beradaptasi terhadap tekanan hidup melalui kegiatan mengemis untuk memenuhi kebutuhan dasar. Pada tahap objektifikasi, aktivitas ini kemudian diterima dan dianggap wajar oleh masyarakat sekitar sehingga membentuk pola sosial yang terus berulang. Kemudian pada tahap internalisasi, mengemis menjadi bagian dari identitas diri dan cara hidup yang melekat pada para pelakunya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa aktivitas mengemis di Kota Banjarmasin merupakan hasil dari proses sosial yang berlangsung secara berkelanjutan, membentuk realitas dan identitas pengemis dalam kehidupan masyarakat perkotaan. Kata Kunci: Konstruksi Sosial, Pengemis, Realita Sosial.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI