DIGITAL LIBRARY



JUDUL:ANALISIS PERBANDINGAN AKURASI METODE ISO dan ASTM DALAM PENGUJIAN ASH CONTENT DAN VOLATILE MATTER BATUBARA MENGGUNAKAN CERTIFIED REFERENCE MATERIAL PADA PT TRIYASA PIRSA UTAMA, KALIMANTAN SELATAN
PENGARANG:GRACIA A. SIREGAR
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-11-12


ABSTRAK

 

ANALISIS PERBANDINGAN AKURASI METODE ISO dan ASTM

DALAM PENGUJIAN ASH CONTENT DAN VOLATILE MATTER BATUBARA

MENGGUNAKAN CERTIFIED REFERENCE MATERIAL

PADA PT TRIYASA PIRSA UTAMA, KALIMANTAN SELATAN

Gracia A. Siregar

ProgramStudiTeknikPertambanganUniversitasLambungMangkurat

 

 

Aktivitas pengujian parameter kualitas batubara sangat dipengaruhi oleh metode yang digunakan. Dua metode yang paling umum dipakai adalah ISO (International Organization for Standardization) serta ASTM (American Society for Testing and Materials). Perbedaan prosedur dalam kedua metode ini dapat memengaruhi hasil uji, khususnya pada parameter ash content dan volatile matter. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan akurasi metode ISO dan ASTM dalam pengujian ash content dan volatile matter dengan menggunakan Certified Reference Material (CRM) sebagai sampel uji.

Penelitian dilakukan di Laboratorium PT Triyasa Pirsa Utama, Kalimantan Selatan, dengan menggunakan dua CRM, yaitu ACIRS G10-2022 (ISO) dan AR1723 (ASTM). Hasil pengujian dianalisis berdasarkan nilai rata-rata, bias, ketepatan (trueness), dan simpangan baku (presisi).

 Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa pada pengujian ash content, metode ISO lebih akurat dengan bias 0,0026%, ketepatan 100,0026%, dan simpangan baku 0,00199%, dibandingkan metode ASTM dengan bias –0,0067%, ketepatan 99,99335%, dan simpangan baku 0,00238%. Dan pada pengujian volatile matter, metode ASTM lebih akurat dengan bias –0,0010% dan ketepatan 99,9989%, sedangkan ISO memiliki bias 0,0032% dan ketepatan 99,9987%.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pemilihan metode uji sebaiknya disesuaikan dengan parameter yang diuji. Metode ISO lebih direkomendasikan untuk ash content, sedangkan metode ASTM lebih sesuai untuk volatile matter karena menghasilkan nilai uji yang lebih mendekati CRM dan memiliki tingkat akurasi yang lebih baik.

Kata Kunci: Batubara, Ash content, Volatile matter, ISO, ASTM, CRM

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI