DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Dampak Pengembangan Pariwisata Siring Laut di Pemerintahan Kabupaten Kotabaru. | |
| PENGARANG | : | HENDRAWAN | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-11-19 |
ABSTRAK
Hendrawan, 2220421310064, 2025, Dampak Pengembangan Pariwisata Siring Laut di Pemerintahan Kabupaten Kotabaru. Tesis Program Magister Ilmu Pemerintahan Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin. Dibawah bimbingan Budi Suryadi.
Sektor pariwisata merupakan sektor yang potensial untuk dikembangkan sebagai salah satu sumber pendapatan daerah. Peningkatan kunjungan wisatawan dan aktivitas wisata pariwisata secara tidak langsung berdampak telah menimbulkan dampak terhadap kehidupan masyarakat, hal tersebut akan berhubungan dengan dampak pariwisata terhadap aspek sosial dan ekonomi masyarakat di kawasan Siring Laut Kotabaru.
Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan efektivitas peran Dinas Koperasi UKM Dan Tenaga Kerja dalam pengelolaan program perluasan jangkauan UMKM makanan khas daerah Kabupaten Balangan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan mendeskripsikan data secara deskriptif. Teknik dilakukan dengan observasi, wawancara, dan pengarsipan dokumen dengan menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif.
Hasil penelitian, diketahui bahwa secara umum efektivitas peran dinas koperasi UKM dan tenaga kerja dalam pengelolaan program perluasan jangkauan UMKM makanan khas daerah Kabupaten Balangan dapat dikatakan cukup efektif, namun belum maksimal. Adapun, berdasarkan George F.C. H. Keeble & Wanhill Tesoriero dalam hal ini dapat dilihat dari indikator 1). dampak ekonomi, Omzet pedagang naik, saat festival bisa dua kali lipat. 2). dampak sosial, zonasi pedagang mengurangi gesekan antar pelaku usaha. 3). dampak budaya,Panggung pertunjukan mendukung seni tradisional tampil rutin. 4). Dampak lingkungan kunjungan meningkat sampah. 5). Dampak sektor lainnya, nelayan lokal diuntungkan karena hasil tangkapan jadi bahan baku kuliner. Dampak penghambatnya pengembangan pariwisata siring laut, yaitu Kurangnya edukasi dan kesadaran masyarakat masih memerlukan peningkatan melalui sosialisasi pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, disertai penerapan aturan tegas, pengawasan konsisten dan kolaborasi antara pemerintah.Sementara itu, kurangnya pemantauan dan pengawasan terlihat dari penerapan konsep smart city yang belum optimal. Fasilitas seperti CCTV masih terbatas, sehingga aktivitas belum terpantau secara menyeluruh dan efektif.
Berdasarkan hal tersebut, diharapkanmeningkatkan kualitas dan kuantitas dalam penataan ruang yang terintegrasi dari segala aspek untuk mengantisipasi kemungkinan dampak negatif yang akan timbul karena adanya pengembangan kawasan akibat peningkatan aktivitas ekonomi.
Kata Kunci: Dampak Kebijakan, Pariwisata, Sosial Ekonomi
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI