DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Pengaruh Lama Perendaman Jaring Insang Tetap (Set Gillnet) terhadap Hasil Tangkapan di Perairan Umum Desa Keliling Benteng Ulu Kecamatan Martapura Barat Kabupaten Banjar
PENGARANG:MUHAMMAD RAJA'ATHAUFA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-11-19


Abstrak

Salah satu alat tangkap yang digunakan oleh nelayan di Desa Keliling Benteng Ulu adalah jaring insang tetap (gillnet). Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat experimental fishing dan merupakan sebuah upaya untuk mengetahui pengaruh lama perendaman gillnet terhadap hasil tangkapan. Untuk mengetahui lama perendaman yang paling banyak memperoleh hasil tangkapan dilakukan dengan membagi lama perendaman 1 jam dan 2 jam sehingga didapatkan hasil penelitian yang optimum. Data Primer diperoleh melalui metode Experimental Fishing dengan 2 perlakuan yang berbeda yaitu lama perendaman 1 jam dan 2 jam, observasi, wawancara dan dokumentasi sedangkan data sekunder diperoleh dari instansi pemerintahan, studi pustaka dan literatur. Analisis data menggunakan Uji Lilliefors, Rancangan Acak Kelompok dan Uji F dilakukan dengan analisis sidik ragam yang dilakukan di Perairan Umum Desa Keliling Benteng Ulu.Berdasarkan hal tersebut dapat diketahui bahwa lama perendaman jaring insang tetap selama 2 jam berdasarkan jumlah (ekor) lebih banyak mendapatkan hasil dan bobotnya dibandingkan dengan lama perendaman 1 jam, hal ini menunjukkan perbedaan lama perendaman terhadap hasil tangkapan secara perlakuan berpengaruh sangat nyata. Karakteristik jaring insang tetap yang digunakan oleh nelayan Desa Keliling Benteng Ulu terdiri dari 4 bagian yaitu tali ris atas, badan jaring, pemberat dan turus kayu. Perbedaan lama perendaman terhadap hasil tangkapan berdasarkan jumlah (ekor)) berpengaruh sangat nyata, hasil tangkapan lama perendaman 2 jam yaitu 1,5 kali lebih banyak dibanding lama perendaman 1 jam.

Abstract

 

One of the fishing tools used by fishermen in Keliling Benteng Ulu Village is a fixed gillnet. This study is an experimental fishing study and is an effort to determine the effect of gillnet immersion on the catch. To find out the length of immersion that obtained the most catches, it was done by dividing the immersion period by 1 hour and 2 hours so that optimal research results were obtained. Primary data was obtained through the Experimental Fishing method with 2 different treatments, namely 1 hour and 2 hours immersion duration, observation, interviews and documentation while secondary data was obtained from government agencies, literature studies and literature. Data analysis using the Lilliefors Test, Group Random Design and F Test was carried out by analyzing various fingerprints carried out in the Public Waters of Keliling Benteng Ulu Village. Based on this, it can be seen that the soaking time of the gill nets is fixed for 2 hours based on the number (tail) getting more results and weight compared to the soaking time of 1 hour, this shows that the difference in the soaking time to the catch in treatment has a very real effect.  The characteristics of fixed gill nets used by fishermen in Keliling Benteng Ulu Village consist of 4 parts, namely the upper rope, the net body, the ballast and the wooden rod. The difference in the length of immersion to the catch based on the number (tail)) has a very real effect, the catch of the 2-hour immersion time is 1.5 times more than the 1-hour immersion time.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI