DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Catcalling: Pengalaman dan Persepsi Mahasiswi FISIP Universitas Lambung Mangkurat Terhadap Pelaku Pelecehan Verbal di Tempat Umum | |
| PENGARANG | : | MARLINA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-11-20 |
Marlina. 2025. Catcalling: Pengalaman dan Persepsi Mahasiswi FISIP Universitas Lambung Mangkurat Terhadap Pelaku Pelecehan Verbal di Tempat Umum. Skripsi, Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin (Dibimbing Oleh Dr. Varinia Pura Damaiyanti, S. Sos, M.Si).
Fenomena pelecehan secara verbal yang kerap terjadi pada perempuan membuat korban memiliki persepsi dan pengalaman yang buruk mengenai pelaku pelecehan di tempat umum. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pengalaman yang merubah sikap dan persepsi mahasiswi FISIP Universitas Lambung Mangkurat setelah mengalami catcalling di tempat umum. Penelitian ini menggunakan teori feminisme radikal dari Kate Millet dan teori ketidakadilan gender untuk memperkuat teori feminisme radikal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian fenomelogi. Penelitian ini ada 10 informan yaitu mahasiswi FISIP Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi tempat terjadinya rawan catcalling. Teknik analisis data menggunakan pada model Miles dan Huberman yaitu, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpuan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswi memandang pelaku catcalling sebagai individu yang tidak beretika, sering kali berasal dari latar belakang sosial tertentu, dan bertindak dalam konteks relasi kuasa yang timpang. Pengalaman mereka meliputi komentar seksual, siulan, tatapan tidak senonoh, hingga tindakan mengintimidasi secara verbal. Mahasiswi juga mengaitkan perilaku catcalling dengan budaya patriarki dan ketidakadilan gender yang masih mengakar kuat dalam masyarakat. Dalam menghadapi situasi tersebut, mahasiswi mengembangkan berbagai strategi perlindungan diri, mulai dari mengabaikan, menghindari lokasi rawan, hingga membatasi cara berpenampilan. Penelitian ini menegaskan bahwa catcalling bukan sekadar gangguan ringan, melainkan manifestasi dari struktur kekuasaan yang menempatkan perempuan dalam posisi subordinat di tempat umum.
Kata Kunci: Catcalling, mahasiswi, pelecehan verbal, tempat umum, kekuasaan gender, patriarki
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI