DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Produktivitas Jaring Insang Tetap (Set Gill Net) di Desa Sungai Rangas Ulu Kecamatan Martapura Barat Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan
PENGARANG:ARSYA ABYASA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-11-28


 

                                                                                              ABSTRAK

Alat tangkap yang sering digunakan oleh masyarakat Desa Sungai Rangas Ulu yaitu Tempirai (Wire Stage Trap), Lukah (Fish Trap), Lalangit (Horizontal Gillnet), Rengge (Gill Net). Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2024 hingga Mei 2025 dengan menggunakan metode studi kasus. Data primer diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara dengan nelayan, dan pengukuran langsung alat tangkap, sedangkan data sekunder diperoleh dari dokumen resmi dan literatur terkait. Analisis dilakukan secara deskriptif untuk mendeskripsikan karakteristik jaring, menghitung komposisi dan proporsi jenis ikan, serta menentukan produktivitas menggunakan rumus Prd = C/T, di mana C adalah total hasil tangkapan (gram) dan T adalah waktu penangkapan (menit). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jaring insang tetap yang digunakan nelayan memiliki komponen utama berupa badan jaring berbahan Polyamide Monofilament (PA) berukuran mata jaring 3,2 cm (1,26 inci), tali ris atas dari Polyamide Monofilament (PA) berwarna kuning sepanjang 8 meter, serta turus bambu dengan panjang 3 meter. Komposisi hasil tangkapan terdiri dari dua jenis ikan, yaitu Ikan Sepat Rawa (Trichogaster trichopterus) sebanyak 113 ekor (92,62%) dan Ikan Papuyu (a) sebanyak 9 ekor (7,38%). Produktivitas rata-rata alat tangkap selama tujuh kali pengoperasian mencapai 1,43 g/menit, dengan nilai tertinggi 2,56 g/menit dan terendah 0,63 g/menit. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa jaring insang tetap yang digunakan nelayan di Sungai Rangas Ulu memiliki selektivitas yang baik terhadap ikan sepat rawa dan masih tergolong alat tangkap ramah lingkungan. Meskipun hasil tangkapan tergolong fluktuatif, alat ini tetap efisien digunakan di perairan rawa dengan kepadatan ikan sedang. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengelolaan perikanan tangkap yang berkelanjutan di wilayah perairan umum Kalimantan Selatan.

Kata kunci : Jaring Insang Tetap, Komposisi, Proporsi, Produktivitas

                                                                  ABSTRACT

 

The fishing gears commonly operated by the local community include tempirai (wire stage trap), lukah (fish trap), lalangit (horizontal gill net), and rengge (gill net).This study was conducted from December 2024 to May 2025 using a case study method. Primary data were obtained through field observations, interviews with fishermen, and direct measurement of fishing gear, while secondary data were collected from official documents and relevant literature. The analysis was carried out descriptively to explain the characteristics of the gill net, determine species composition and proportion, and calculate productivity using the formula Prd = C/T, where C is the total catch (grams) and T is the fishing time (minutes). The results showed that the set gill net used by fishermen consists of the main components: a net body made of Polyamide Monofilament (PA) with a mesh size of 3.2 cm (1.26 inches), a float line made of Polyamide Monofilament t (PA) in yellow with a length of 8 meters, and bamboo stakes measuring 3 meters in length. The catch composition consisted of two fish species, namely the Three?spot Gourami (Trichogaster trichopterus) with 113 individuals (92.62%) and the Climbing Perch (Anabas testudineus) with 9 individuals (7.38%). The average productivity of the fishing gear over seven fishing operations reached 1.43 g/min, with the highest value of 2.56 g/min and the lowest of 0.63 g/min.Based on these findings, it can be concluded that the set gill net used by fishermen in Sungai Rangas Ulu exhibits good selectivity toward the Three?spot Gourami and is considered an environmentally friendly fishing gear. Although the catch yields were relatively fluctuating, this gear remains efficient for use in swamp waters with moderate fish density. This research is expected to serve as a basis for the development of sustainable capture fisheries management in the inland waters of South Kalimantan.

 

 

 

Keywords: Set Gill Net, Composition, Proportion, Productivity

 

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI