DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | PERAN DINAS KESEHATAN DALAM PENANGANAN DAN PENURUNAN ANGKA STUNTING DI KECAMATAN LAHEI BARAT KABUPATEN BARITO UTARA KALIMANTAN TENGAH | |
| PENGARANG | : | VIONA ATTUNER | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-12-01 |
ABSTRAK
Peran Dinas Kesehatan dalam Penanganan dan Penurunan Angka Stunting di Kecamatan Lahei Barat Kabupaten Barito Utara Kalimantan Tengah. Pembimbing I Setia Budhi.
Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dan menganalisis Peran Dinas Kesehatan dalam Penanganan dan Penurunan Angka Stunting di Kecamatan Lahei Barat KabupatenBaritoUtarabahwadisemeniasiinformasidanadvokasikepadastakeholderdan pemangkukepentingan lintassektorpadatingkatan yang samadanperlu dilakukanUpaya pelatihan dan edukasi untuk jajaran structural agar mampu menjelaskan dan memaksimalkan penanganan dan penurunan angka stunting selain juga Upaya meningkatkanstatusgizimasyarakat.Penelitianinimenggunakanmetodekualitatifdengan Teknik pengumpulan data wawancara, dokumentasi, dan observasi dengan menggunakan rujukan teori Peran Menurut Jim Ife dalam Palwalin (2017) memiliki indikator yaitu fasilitasi, Edukasi, dan Representasi.
HasilpenelitianmenunjukkanStuntingataugangguanpertumbuhanakibatkurang gizi kronis,dapat terjadi dan dicegah pada periode ini.Hal inimenjadibagian dari budaya di kehidupan sosial masyarakat, melakukan kursus singkat dalam pengetahuan dan Pendidikan kepada ibu sebelum kehamilan atau sebelum menjadi pengantin (calon pengantin) sebagai bekal ibu dalam kehamilan untuk menjaga tumbuh kembang kognitif janin yangdimulaidaritrimesterpertamadalam pembentukannyabahwadalam intervensi penting penguatan 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) adalah masa kritis dalam pencegahan stunting, yaitu sejak konsepsi hingga anak berusia 2 tahun. Berdasarkan data dari World Health Organization (WHO) pada tahun 2018, sebanyak 22,2% atau sekitar 150,8jutabalitadiduniamengalamistuntingdanlebihdarisetengahbalitastuntingtersebut berasal dari Asia 55%. Indonesia merupakan negara dengan prevalensi stunting ke-4 (ke empat) tersebut di dunia. Peranan Dinas Kesehatan Barito Utara bersama dengan Puskesmas Lahei Barat dan juga Pemerintah Desa mengeluarkan program yaitu Kelas Ibu Hamil,ProgramTabletTambahanDarah(PTTD)kepadaremajaputri,PemberianMakanan Tambahan (PMT) kepada balita stunting pada posyandu yang diadakan setiap bulannya.
Kesimpulan penyelenggara dinas Kesehatan melalui intervensi secara konvergen dilakukan dengan menggabungkan atau mengintegrasikan berbagai sumber daya untuk mencapai tujuan bersama. Faktor penunjang dan kendala kemitraan sektor pemerintah, swasta, dan masyarakat dalam Upaya keberlanjutan program.
KataKunci:Stunting,DinasKesehatan,IntervensiKonvergen
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI