DIGITAL LIBRARY



JUDUL:FAKTOR PENYEBAB MEMUDARNYA TRADISI BEMANDI-MANDI 7 BULANAN PADA MASYARAKAT SUKU BANJAR DI DAERAH SUNGAI LULUT KABUPATEN BANJAR
PENGARANG:ANDINI SALSABILA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-12-05


ABSTRAK

Andini Salsabila, 2025. Faktor Penyebab Memudarnya Tradisi Bemandi-Mandi 7 Bulanan Pada Masyarakat Suku Banjar Di Daerah Sungai Lulut Kabupaten Banjar. Skripsi. Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, FKIP Universitas Lambung Mangkurat. Pembimbing (1) Wahyu

Kata Kunci: Tradisi Bemandi-mandi, 7 Bulanan, Suku Banjar, Perubahan Budaya.

Masalah budaya yang ada di daerah sungai lulut khususnya tentang tradisi mandi-mandi 7 bulanan yang sedikit demi sedikit mulai ditinggalkan. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan dan menganalisis faktor-faktor penyebab memudarnya tradisi bemandi-mandi 7 bulanan pada masyarakat Suku Banjar di daerah Sungai Lulut, Kabupaten Banjar. Tradisi ini merupakan bagian dari ritual adat yang memiliki makna simbolik, spiritual, dan sosial, khususnya dalam proses kehamilan pertama sebagai bentuk syukur dan doa keselamatan.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik penarikan sample yang digunakan adalah Purposive Sampling.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan pola pikir masyarakat, pengaruh budaya asing melalui media sosial, rasionalisasi budaya, serta meningkatnya pemahaman keagamaan yang lebih tekstual merupakan faktor utama memudarnya pelaksanaan tradisi ini. Selain itu, aspek ekonomi, efisiensi waktu, serta estetika modern juga turut mendorong terjadinya transformasi dalam tata laksana tradisi.

Berdasarkan hasil penelitian ini, sebagian masyarakat masih melestarikan tradisi ini dengan berbagai penyesuaian agar tetap relevan dengan nilai-nilai keagamaan dan kebutuhan zaman. Tradisi bemandi-mandi mengalami perubahan makna, bukan semata ditinggalkan, melainkan dimodifikasi sesuai konteks sosial masyarakat masa kini. Oleh karena itu, pelestarian tradisi ini memerlukan kolaborasi antara masyarakat, tokoh adat, dan pemerintah lokal melalui pendekatan edukatif dan partisipatif.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI