DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | ANALISIS FRAKSI SEDIMEN DAN KARBON ORGANIK PADA EKOSISTEM LAMUN DI KAWASAN KONSERVASI PERAIRAN KECAMATAN SUNGAI LOBAN PROVINSI KALIMANTAN SELATAN | |
| PENGARANG | : | JOVANKA PUTRI AMOROSO | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-12-09 |
Lamun memiliki peran vital sebagai penyimpan karbon biru (blue carbon), dan keberadaannya di Kawasan Konservasi Perairan (KKP) Sungai Loban, Kalimantan Selatan, dipengaruhi oleh kondisi perairan yang keruh, tinggi sedimentasi, dan pertemuan energi fluvial-laut. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara komposisi fraksi sedimen, kandungan karbon organik (C-Organik) sedimen, dan karakteristik ekosistem lamun di tiga stasiun Karang Penyulingan, Karang Katoang, dan Karang Tanjung K. Haur. Analisis fraksi sedimen menggunakan metode Dry Sieving dan Wet Sieving menunjukkan dominasi sedimen halus (lanau dan lumpur) di seluruh stasiun, dengan peningkatan signifikan fraksi lumpur di Stasiun 3 (Pasir 20%, Lanau 35%, Lumpur 45%). Analisis C-Organik sedimen dengan metode Walkley & Black menghasilkan nilai rata-rata yang berkorelasi kuat dengan fraksi halus pada Stasiun Penyulingan (1,5%), Stasiun Katoang (2,0%), dan Stasiun Kandang Haur (2,5%). Sedimen lumpur pada Stasiun Kandang Haur terbukti menyimpan 67% lebih banyak karbon daripada sedimen berpasir di Stasiun Penyulingan, mendukung peran sedimen halus dalam akumulasi C-Organik. Ditemukan empat jenis lamun (Halophila ovalis, Halodule pinifolia, Halodule uninervis, dan Syringodium isoetifolium) di kawasan penelitian, meskipun dengan kategori kerapatan keseluruhan yang jarang. Stasiun 3 (Tanjung K. Haur), dengan C-Organik tertinggi, menunjukkan kerapatan dominan jenis Halodule uninervis (33,81%) dan Halophila ovalis (28,69%). Sementara Stasiun 2 (Katoang) didominasi Halodule pinifolia (36,08%). Hasil ini mengindikasikan bahwa ketersediaan C-Organik sedimen adalah faktor lingkungan utama yang memengaruhi pertumbuhan dan distribusi lamun di KKP Sungai Loban. Data ini penting sebagai dasar pengelolaan kawasan konservasi untuk optimalisasi potensi blue carbon.
Kata Kunci: Lamun, Karbon Organik, Fraksi Sedimen, Blue Carbon, KKP Sungai Loban
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI