DIGITAL LIBRARY



JUDUL:ANALISIS SEBARAN CORAL BLEACHING DI PERAIRAN DESA SARANG TIUNG KABUPATEN KOTABARU KALIMANTAN SELATAN
PENGARANG:MUHAMMAD NUR IKHSAN
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-12-09


Muhammad Nur Ikhsan (2010716210013) Program Studi Ilmu Kelautan. Analisis Sebaran Coral Bleaching di Perairan Desa Sarang Tiung Kabupaten Kotabaru Kalimantan Selatan dibawah bimbingan Hamdani, S.Pi., M.Si. sebagai ketua pembimbing dan Dr. Yulianto, S.T., M.Si. sebagai anggota pembimbing. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pemutihan karang, mendeskripsikan bentuk pertumbuhan (life form) karang yang terdampak, serta mengidentifikasi dinamika suhu permukaan laut pada saat El Nino di perairan Desa Sarang Tiung Kabupaten Kotabaru Kalimantan Selatan. Penelitian dilaksanakan pada empat stasiun menggunakan metode belt transect sepanjang 50meter untuk mengamati koloni karang sehat dan mengalami pemutihan. Pengelompokan dilakukan berdasarkan kategori pemutihan, bentuk pertumbuhan karang, dan ukuran koloni. Data SPL diperoleh dari NOAA untuk menganalisis tren suhu dan anomali suhu laut pada periode Mei 2023–Mei 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 846 koloni yang diamati, 297 koloni mengalami pemutihan dengan persentase 32,94%–39,39%, sehingga berada pada kategori Major Bleaching. Tingginya persentase ini mengindikasikan bahwa terumbu karang di Desa Sarang Tiung mengalami tekanan ekologis berat akibat peningkatan suhu. Analisis terhadap life form menunjukkan bahwa tipe massive menjadi kelompok yang paling banyak mengalami pemutihan, meskipun secara fisiologis tipe ini dikenal lebih tahan terhadap stres termal. Fenomena ini menunjukkan bahwa intensitas kenaikan suhu laut selama El Nino 2023–2024 berada di luar ambang toleransi fisiologis karang massive, sehingga pemutihan terjadi secara meluas dan tidak selektif. Tipe branching dan encrusting yang memang lebih sensitif terhadap fluktuasi suhu juga menunjukkan tingkat pemutihan tinggi, memperkuat indikasi tekanan termal ekstrem. Pengamatan berdasarkan ukuran karang menunjukkan bahwa koloni berukuran 20–40 cm adalah yang paling banyak mengalami pemutihan. Ukuran ini umumnya merupakan koloni fase pertumbuhan aktif, sehingga metabolisme yang tinggi membuatnya lebih rentan terhadap stres suhu dan gangguan proses fotosintesis zooxanthellae. Dari sisi dinamika suhu, analisis NOAA menunjukkan adanya peningkatan SPL hingga 30–32°C dengan anomali suhu positif yang dominan sepanjang periode El Nino. Kenaikan ini melampaui ambang toleransi karang tropis (±29°C), sehingga proses fotosintesis zooxanthellae terganggu dan memicu produksi Reactive Oxygen Species (ROS), yang selanjutnya menyebabkan pemutihan.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI