DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Museum Budaya Dayak Ngaju
PENGARANG:CINDY TRIA MELINA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-12-11


ABSTRAK

Museum merupakan instrumen krusial dalam pelestarian budaya. Skripsi ini merancang Museum Budaya Dayak Ngaju di Kuala Kapuas. Permasalahan utama yang diangkat adalah bagaimana merancang museum yang dapat berfungsi optimal sebagai pusat pelestarian, edukasi, dan informasi Budaya Dayak Ngaju. Perancangan mengusung konsep Neo-Vernakular, memadukan tradisi dan modernitas melalui pendekatan arsitektur lokalitas. Konsep bentuk dan massa bangunan merupakan transformasi dari Atap Pelana Rumah Betang, dipilih karena representasi kultural dan efektivitasnya pada iklim tropis. Secara material, desain memadukan struktur tradisional (atap pelana dan kolong rumah panggung) dengan material kontemporer (beton, kaca, baja) untuk mewujudkan gaya arsitektur yang mengintegrasikan elemen tradisional dan modern. Secara fungsional, 60% luas bangunan didedikasikan sebagai ruang pameran utama yang menyajikan 7 unsur kebudayaan Dayak Ngaju. Hasil perancangan ini diharapkan menjadi landmark budaya baru dan pusat pelestarian berbasis kearifan lokal.
Kata Kunci: Museum, Dayak Ngaju, Rumah Betang, Atap Pelana, Neo-Vernakular.

 

ABSTRACT

A museum is a crucial instrument for cultural preservation. This thesis designs the Dayak Ngaju Cultural Museum in Kuala Kapuas. The core problem addressed is how to design a museum that can function optimally as a central hub for Dayak Ngaju cultural preservation, education, and information. The design adopts the Neo-Vernacular concept, blending tradition and modernity through a locality architecture approach. The primary building form and massing are a transformation of the Rumah Betang Gable Roof, chosen for its cultural representation and effectiveness in the tropical climate. Materially, the design blends traditional structures (gable roof and stilt under-space) with contemporary materials (concrete, glass, steel) to achieve an architectural style that integrates traditional and modern elements. Functionally, 60% of the building area is dedicated as the main exhibition space, presenting 7 cultural themes of Dayak Ngaju. The outcome is expected to serve as a new cultural landmark and a preservation center rooted in local wisdom.

Keywords: Museum, Dayak Ngaju, Rumah Betang, Gable Roof, Neo-Vernacular.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI