DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | STRATEGI PENGEMBANGAN EKOWISATA LAHAN BASAH MANGROVE KERSIK PUTIH MENGGUNAKAN PENDEKATAN ANALISIS SWOT DI KABUPATEN TANAH BUMBU KALIMANTAN SELATAN | |
| PENGARANG | : | CHOYRIA MAULINA PUTRI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-12-14 |
CHOYRIA MAULINA PUTRI. 2025. “Strategi Pengembangan Ekowisata Lahan Basah Mangrove Kersik Putih Menggunakan Pendekatan Analisis SWOT di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.” Skripsi, Program Studi Kehutanan, Fakultas Kehutanan, Universitas Lambung Mangkurat. Pembimbing: Dr. Ir. Muhammad Naparin, M.M. dan Dr. Hj. Rina Muhayah Noor P., S.Hut., M.Si.
Kata kunci: Ekowisata, Mangrove, SWOT, Strategi Pengembangan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dalam pengembangan Ekowisata Mangrove Kersik Putih serta merumuskan strategi pengembangannya menggunakan analisis SWOT. Penelitian dilakukan di Desa Kersik Putih, Kecamatan Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner dan wawancara terhadap 90 responden. Jumlah responden ditentukan menggunakan rumus Malhotra karena populasi pengunjung tidak diketahui. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kekuatan (S) sebesar 2,37, kelemahan (W) sebesar 1,32, peluang (O) sebesar 2,18, dan ancaman (T) sebesar 1,49. Posisi ekowisata Mangrove Kersik Putih berada pada Kuadran I (strategi progresif), yang berarti kawasan ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan dengan memanfaatkan kekuatan dan peluang yang ada. Strategi utama yang dihasilkan meliputi peningkatan promosi digital melalui media sosial, pemanfaatan kearifan lokal sebagai daya tarik wisata, kerja sama dengan pemerintah dalam pengelolaan kawasan, serta perbaikan fasilitas dan aksesibilitas menuju lokasi wisata. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekowisata Mangrove Kersik Putih memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi kawasan wisata berkelanjutan. Faktor kekuatan dan peluang lebih dominan dibandingkan kelemahan dan ancaman, sehingga strategi pengembangan yang tepat adalah strategi progresif (SO). Pengelolaan yang baik diharapkan dapat meningkatkan daya tarik wisata, menjaga kelestarian ekosistem mangrove, serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI