DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | HUBUNGAN KARAKTERISTIK DENGAN PENGETAHUAN, PERSEPSI DAN PERILAKU APOTEKER TENTANG RESISTENSI ANTIBIOTIK DI KALIMANTAN SELATAN | |
| PENGARANG | : | FARISA APRILIANTI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-12-24 |
Resistensi antibiotik merupakan ancaman global yang dapat menghambat keberhasilan terapi infeksi. Apoteker berperan penting dalam pengendalian resistensi antibiotik melalui pengetahuan, persepsi, dan perilaku profesional penggunaan antibiotik rasional. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan karakteristik apoteker dengan tingkat pengetahuan, persepsi, dan perilaku terhadap resistensi antibiotik di Kalimantan Selatan. Desain penelitian menggunakan cross sectional dengan metode deskriptif analitik. Pengumpulan data dilakukan melalui Google Form pada September–November 2025 dengan quota sampling. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dan Spearman-rho. Hasil penelitian terhadap 366 responden menunjukkan apoteker didominasi wanita (69,67%), berusia 20–29 tahun (45,08%), pendidikan terakhir profesi sarjana apoteker (89,07%), lama kerja 1–5 tahun (48,63%), dan sebagian besar bekerja di fasilitas pelayanan kesehatan primer (62,84%). Mayoritas memiliki pengetahuan tinggi (96,45%), persepsi positif (55,46%), dan perilaku baik (95,36%) terhadap resistensi antibiotik. Terdapat hubungan signifikan antara usia (p = 0,038) dan lama bekerja (p = 0,045) dengan tingkat pengetahuan. Selain itu, terdapat hubungan antara tempat bekerja dengan persepsi apoteker (p = 0,032). Sedangkan tidak ditemukan hubungan signifikan antara karakteristik apoteker dengan perilaku. Kesimpulannya, sebagian besar apoteker di Kalimantan Selatan memiliki pengetahuan, persepsi, dan perilaku baik terhadap resistensi antibiotik, namun diperlukan edukasi dan pelatihan berkelanjutan untuk meningkatkan konsistensi rasional dalam praktik kefarmasian.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI