DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | PENDEKATAN SPATIAL MULTI-CRITERIA ANALYSIS (SMCA) UNTUK PEMETAAN BAHAYA BANJIR DI KABUPATEN TANAH LAUT | |
| PENGARANG | : | MOCHAMMAD ADHITIYA PERDANA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-12-25 |
Mochammad Adhitiya Perdana, NIM 2110416110017, Pendekatan Spatial Multi-Criteria Analysis (SMCA) untuk Pemetaan Bahaya Banjir di Kabupaten Tanah Laut, dibimbing oleh Wisnu Putra Danarto, S.Pd., M.Sc.
Pemetaan bahaya banjir di Kabupaten Tanah Laut memerlukan pendekatan berbasis data spasial yang sistematis dan ilmiah, seperti Spatial Multi-Criteria Analysis (SMCA) yang terintegrasi dengan metode Analytic Hierarchy Process (AHP). Kabupaten Tanah Laut, yang terletak di Kalimantan Selatan, memiliki kerentanannya yang tinggi terhadap banjir akibat topografi yang rentan, curah hujan yang cukup besar, dan kerapatan sungai yang tinggi. Perbedaan karakteristik fisik di setiap kecamatan menimbulkan perbedaan tingkat kerawanan banjir, sehingga dibutuhkan pemetaan berbasis spasial yang dapat mendukung mitigasi bencana secara efektif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pengaruh parameter fisik lingkungan terhadap tingkat bahaya banjir dan menghasilkan peta zonasi bahaya banjir yang dapat digunakan oleh pemerintah dan masyarakat dalam perencanaan tata ruang dan kebijakan mitigasi bencana.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter jenis tanah dan kerapatan sungai merupakan faktor dominan dalam memengaruhi Bahaya banjir. Peta Bahaya banjir Kabupaten Tanah Laut terbagi menjadi 3 kelas, yaitu tidak bahaya, sedang, dan bahaya. Wilayah dengan tingkat bahaya sedang hingga bahaya didominasi oleh kecamatan Takisung, Bati-Bati, Kurau, dan Kintap, sedangkan wilayah dengan tingkat bahayaa tidak bahaya berada di bagian perbukitan seperti Bajuin dan Batu Ampar.
Kata Kunci: Banjir, Bahaya, SMCA, AHP, Sistem Informasi Geografis
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI