DIGITAL LIBRARY



JUDUL:PERANCANGAN PABRIK TRICRESYL PHOSPHATE DARI CRESOL DAN PHOSPHORUS OXYCHLORIDE MENGGUNAKAN PROSES ESTERIFIKASI DENGAN KAPASITAS 10.000 TON/TAHUN
PENGARANG:ALVIRA ANDRAINI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-12-25


Tricresyl phosphate (TCP) adalah senyawa organofosfat yang berwujud cairan kental tidak berwarna hingga kuning, tidak larut dalam air tetapi larut dalam pelarut organik (benzena dan kloroform). TCP banyak digunakan sebagai plasticizer untuk meningkatkan fleksibilitas plastik, terutama dalam polivinil klorida (PVC), serta sebagai bahan pelumas dan flame retardant. Dalam industri aviasi, TCP digunakan sebagai aditif dalam pelumas dan cairan hidraulik. Sebagian besar pasokan Tricresyl phosphate (TCP) di Indonesia masih bergantung pada impor bahan baku, meskipun beberapa industri lokal mungkin telah memproduksi senyawa ini dalam skala terbatas. Pendirian pabrik tricresyl phosphate di Indonesia perlu dipertimbangkan sebagai langkah strategis untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor. Senyawa ini dapat diproduksi dengan menggunkaan proses esterifikasi antara cresol (turunan fenol) dan phosphorus oxychloride (POCl?) dengan bantuan katalis AlCl3.

            Produksi C21H21O4P beroperasi pada kondisi tekanan 1 atm dan suhu masuk 210oC. Reaksi berlangsung dalam reaktortangki berpengaduk (RTB) selama 5 jam dan reaksi bersifat eksotermis (mengeluarkan panas) dan menggunakan chilled water sebagai media pendingin. Proses ini menghasilkan konversi reaksi 96% dengan kemurnian mencapai 99% dengan kapasitas produksi 10.000 Ton/tahun, pabrik ini akan dirancang untuk memenuhi sebagian besar kebutuhan domestik dan mengurangi ketergantungan impor. Bahan baku yang digunakan dalam pembuatan tricresyl phosphate, yaitu cresol sebanyak 1.159,4814 kg/jam dan POCl3 sebanyak 548,0070 kg/jam dengan katalis AlCl3 sebanyak 10,9601 kg/jam. Pabrik beroperasi selama 330 hari/tahun. Lokasi yang dipilih untuk mendirikan pabrik ini berada di Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur, dengan luas tanah yang dibutukan sebesar 24.000 m2. Kebutuhan air utilitas diambil dari Sungai Bengawan Solo sebanyak 16948,2191 kg/jam. Tenaga kerja yang dibutuhkan sebanyak 135 orang dan bentuk Perusahaan Perseroan Terbatas (PT) dengan system organisasi garis dan staf.

Berdasarkan perhitungan evaluasi ekonomi, untuk pendirian pabrik tricresyl phosphate dibutuhkan modal tetap sebesar Rp. 266.235.368.626 dan modal kerja sebesar Rp.163.044.575.150. Total Manufactoring Cost yaitu Rp. 811.491.526.555,13. Biaya yang dikeluarkan untuk produksi yaitu sebesar Rp. 930.712.945.504,27. Keuntungan yang diperoleh dari pendirian pabrik ini yaitu keuntungan sebelum pajak sebesar Rp. 57.771.176.543 dan sesudah pajak sebesar Rp. 37.551.264.753. Berdasarkan hasil perhitungan evaluasi ekonomi untuk pendirian pabrik tricresyl phosphate didapatkan nilai Retrun of Invesment (ROI) sesudah pajak sebesar 14 %, Pay Out Time (POT) sesudah pajak selam 4,15 tahun. Sedangkan Break Even Point (BEP) sebesar 54% dan Shut Down Point (SDP) sebesar 30 %. Dari hasil analisis ekonomi tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa Prarancangan Pabrik Tricresyl phosphate dari Cresol dan Phosphorus oxychloride Menggunakan Proses Esterifikasi dengan Kapasitas 10.000 Ton/Tahun ini layak untuk didirikan

 

Kata Kunci: Cresol, Esterifikasi, Phosphorus oxychloride, Tricresyl phosphate

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI