DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | PENGEMBANGAN MODUL AJAR TERINTEGRASI SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS (SDGs) UNTUK MENINGKATKAN LITERASI LINGKUNGAN PESERTA DIDIK SMA PADA TOPIK PEMANASAN GLOBAL | |
| PENGARANG | : | NIKO RAHMAD APRILYANTO | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-12-29 |
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji sebuah modul ajar inovatif untuk topik pemanasan global yang diintegrasikan dengan Sustainable Development Goals (SDGs). Penelitian ini didasari atas adanya urgensi untuk membekali generasi muda, khususnya peserta didik SMA, dengan literasi lingkungan yang memadai guna menghadapi tantangan krisis iklim global. Meskipun pemerintah telah menerapkan Kurikulum Merdeka yang mendorong pembahasan isu-isu global seperti SDGs, peneliti mengidentifikasi adanya kekosongan perangkat ajar yang secara sistematis menghubungkan konsep pemanasan global dengan tujuan-tujuan SDGs untuk meningkatkan literasi lingkungan peserta didik. Oleh karena itu, tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan sebuah produk modul ajar yang teruji kelayakannya, yang diukur melalui tiga kriteria utama: validitas berdasarkan penilaian ahli, kepraktisan berdasarkan tanggapan peserta didik, dan efektivitas dalam meningkatkan literasi lingkungan peserta didik.
Penelitian ini dirancang menggunakan metode Penelitian dan Pengembangan (Research and Development atau R&D) dengan mengadopsi model pengembangan ADDIE yang terdiri dari lima tahapan: Analyze (Analisis), Design (Desain), Development (Pengembangan), Implementation (Implementasi), dan Evaluation (Evaluasi). Proses pengembangan dimulai dengan analisis mendalam terhadap kebutuhan peserta didik, karakteristik peserta didik, dan keselarasan dengan Capaian Pembelajaran Kurikulum Merdeka. Berdasarkan hasil analisis, prototype modul ajar dirancang dan dikembangkan, yang kemudian divalidasi oleh tim ahli yang terdiri dari enam orang (lima dosen dan satu guru praktisi). Setelah revisi berdasarkan masukan para ahli, modul ini diimplementasikan dalam dua tahap: uji coba terbatas pada 15 peserta didik, diikuti oleh uji lapangan pada 75 peserta didik sebagai subjek utama penelitian. Data penelitian dikumpulkan menggunakan tiga instrumen utama: lembar validasi untuk ahli, angket respons untuk peserta didik guna mengukur kepraktisan, serta instrumen tes literasi lingkungan dalam bentuk pre-test dan post-test untuk mengukur efektivitas.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul ajar yang dikembangkan dinyatakan layak. Modul ini memperoleh skor rata-rata keseluruhan 3,73 dari skala 4 untuk validitas, yang dikategorikan sebagai "Sangat Valid". Penilaian tinggi ini mencakup semua aspek, mulai dari kelayakan isi, konstruksi penyajian, kebahasaan, hingga tampilan visual yang dinilai menarik dan fungsional. Aspek kepraktisan, modul ini mendapatkan respons yang sangat positif dari peserta didik dengan skor rata-rata 85,9 pada uji lapangan, yang termasuk dalam kategori "Sangat Praktis". Peserta didik secara khusus menyoroti aspek manfaat dari modul ini, menyatakan bahwa materi yang menghubungkan pemanasan global dengan SDGs terasa sangat relevan dan memberikan mereka wawasan tentang bagaimana mereka dapat berkontribusi secara nyata. Kejelasan bahasa dan alur pembelajaran yang logis juga dinilai sangat membantu proses belajar mandiri. Efektivitas modul juga menunjukkan hasil yang baik. Modul ini terbukti efektif meningkatkan literasi lingkungan peserta didik dengan perolehan nilai n-gain rata-rata sebesar 0,655, yang masuk dalam kategori sedang. Peningkatan ini terjadi secara merata di berbagai aspek literasi lingkungan, meskipun dengan tingkat yang berbeda. Peningkatan tertinggi ada pada aspek pengetahuan (n-gain 0,755), yang menunjukkan keberhasilan modul dalam membangun pemahaman konseptual yang kuat melalui pendekatan pembelajaran kontekstual. Aspek perhatian (n-gain 0,662) dan kompetensi (n-gain 0,613) juga menunjukkan peningkatan yang baik, didorong oleh aktivitas yang membangkitkan empati dan pengalaman belajar langsung (hands-on) seperti merangkai panel surya. Peningkatan terendah terjadi pada aspek perilaku (n-gain 0,568), yang merefleksikan tantangan umum untuk mengubah kebiasaan. Namun, modul ini telah berupaya menjembatani kesenjangan antara pengetahuan dan tindakan melalui kegiatan puncak berbasis proyek, yaitu perancangan miniatur rumah ramah lingkungan.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI