DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Faktor Pejamu dan Lingkungan yang Berhubungan dengan Kejadian Pneumonia Balita (12-59 Bulan) di Provinsi Kalimantan Selatan (Analisis Data Sekunder Survei Kesehatan Indonesia 2023)
PENGARANG:DYNA ARIVA MAULIDYA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-12-30


Pneumonia merupakan penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang menyerang paru-paru dan sering terjadi pada balita. Penyakit ini menjadi penyebab kematian tertinggi pada balita di dunia. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI), prevalensi pneumonia balita sebesar 11,5%. Kejadian pneumonia dipengaruhi oleh jenis kelamin, riwayat imunisasi, riwayat BBLR, status gizi, tingkat pendidikan ibu, kepadatan hunian, paparan asap rokok dalam rumah, dan tempat tinggal. Penelitian ini merupakan analisis lanjut data sekunder SKI 2023 dengan desain cross sectional menggunakan 1.559 sampel. Analisis dilakukan dengan uji chi-square dan regresi logistik. Hasil menunjukkan bahwa variabel riwayat imunisasi (p=0,003) dan tempat tinggal (p=0,027) berhubungan signifikan dengan kejadian pneumonia, sedangkan variabel jenis kelamin (p=0,497), riwayat BBLR (p=0,138), status gizi (p=0,272), tingkat pendidikan ibu (p=0,055), kepadatan hunian (p=0,714), dan paparan asap rokok dalam rumah (p=0,566) tidak berhubungan. Analisis multivariat menunjukkan bahwa riwayat imunisasi dan tempat tinggal berkontribusi sebesar 92% terhadap kejadian pneumonia balita. Penelitian ini menyimpulkan bahwa variabel yang paling berpengaruh terhadap kejadian pneumonia balita adalah riwayat imunisasi (PR = 1,818). Saran untuk Dinas Kesehatan dan petugas kesehatan yaitu meningkatkan edukasi mengenai pneumonia, memperkuat cakupan imunisasi dasar, melakukan pemantauan kesehatan balita khususnya di wilayah perdesaan. Bagi masyarakat yang memiliki balita diharapkan lebih peduli terhadap faktor penyakit pneumonia.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI