DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Model Faktor Risiko Kejadian Tuberkulosis Paru Pada Anak di Kota Banjarmasin | |
| PENGARANG | : | NANDA AMALIA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-01-02 |
Tuberkulosis (TB) pada anak merupakan masalah kesehatan yang mendapat perhatian serius, ditandai dengan terjadinya lonjakan kasus di Indonesia sebanyak 110.881 kasus pada tahun 2022 serta peningkatan yang sangat tajam di Kota Banjarmasin, dari 48 kasus pada tahun 2021 menjadi 504 per 100.000 penduduk pada tahun 2023. Penelitian ini mengkaji faktor risiko kejadianTB paru pada anak di Kota Banjarmasin. Desain penelitian menggunakan case control dengan rasio 1:2 (33 kasus dan 66 kontrol). Sampel anak usia ≥6 bulan–14 tahun dipilih dengan simple random sampling untuk kasus dan snowball sampling untuk kontrol. Variabel bebas meliputi jenis kelamin, imunisasi BCG, ASI eksklusif, pendidikan dan pekerjaan orang tua, paparan asap rokok, serta riwayat kontak penderita BTA (+). Analisis dilakukan secara bivariat (chi-square atau fisher exact) dan multivariat (regresi logistik). Hasil menunjukkan hubungan signifikan (p < 0,05) antara kejadian TB dengan pemberian ASI eksklusif, pekerjaan orang tua, paparan asap rokok, dan riwayat kontak penderita BTA (+). Model akhir regresi logistik mengidentifikasi tiga faktor dominan, yaitu riwayat kontak penderita BTA (+) (OR=11,430), pemberian ASI eksklusif (OR=7,531), dan paparan asap rokok (OR=4,071). Probabilitas anak menderita TB paru mencapai 94,3% bila ketiga faktor risiko ini terjadi bersamaan. Disimpulkan bahwa faktor paling berpengaruh terhadap TB paru pada anak di Kota Banjarmasin adalah riwayat kontak dengan penderita BTA (+), diikuti ASI eksklusif dan paparan asap rokok.
Kata Kunci: Tuberkulosis Paru anak, riwayat kontak, ASI eksklusif, keterpaparan asap rokok
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI