DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | PEMETAAN KOMODITAS UNGGULAN SUBSEKTOR PERKEBUNAN DI KABUPATEN TABALONG (2018-2023) MENGGUNAKAN METODE LOCATION QUONTIENT DAN SHIFT SHARE | |
| PENGARANG | : | ASA AULIA ROHINI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-01-02 |
Asa Aulia Rohini, 2025, NIM 2110416120003, Pemetaan Komoditas Unggulan Subsektor Perkebunan di Kabupaten Tabalong (2018-2023) Menggunakan Metode Location Quontient dan Shift Share, Muhammad Efendi, M.Pd.
Komoditas unggulan subsektor perkebunan suatu daerah dapat dianalisis menggunakan metode Location Quotient dan Shift Share. Analisis Location Quotient digunakan untuk mendefinisikan kegiatan basis yang dapat mengekspor suatu komoditas ke daerah lain dan memenuhi permintaan lokal, sedangkan analisis Shift Share digunakan untuk mengukur perubahan struktural dan kemampuan kompetitif komoditas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komoditas unggulan subsektor perkebunan Kabupaten Tabalong berdasarkan metode Location Quotient dan Shift Share serta mengetahui pemetaan spasial komoditas unggulan subsektor perkebunan Kabupaten Tabalong berdasarkan metode Location Quotient.
Penelitian ini menerapkan metode kuantitatif deskriptif dengan menggunakan analisis Location Quotient untuk mengidentifikasi kegiatan basis dan non-basis dengan interpretasi LQ > 1 (basis), LQ = 1 (non-basis lokal), dan LQ < 1 (non-basis), dan juga menggunakan analisis Shift Share untuk mengukur kemampuan kompetitif komoditas dengan interpretasi KPPW > 0 (positif) yang memiliki kemampuan kompetitif dan mengalami pertumbuhan secara cepat, sebaliknya KPPW < 0 (negatif) yang tidak memiliki kemampuan kompetitif dan mengalami pertumbuhan secara lambat serta menggunakan analisis spasial untuk menentukan pemetaan komoditas unggulan subsektor perkebunan di Kabupaten Tabalong periode 2018-2023.
Berdasarkan hasil analisis menggunakan metode Location Quotient dan shift-share, dapat disimpulkan bahwa Kabupaten Tabalong memiliki lima komoditas unggulan subsektor perkebunan yaitu karet, kelapa, kelapa sawit, kakao, dan kopi yang dikategorikan sebagai basis karena memiliki kelebihan produksi dan mampu memenuhi kebutuhan daerah serta luar daerah. Distribusi spasial menunjukkan karet mendominasi 8 kecamatan, kelapa tersebar di 4 kecamatan, kelapa sawit di 2 kecamatan, serta kakao dan kopi masing-masing di 1 kecamatan. Meskipun komoditas tersebut memiliki kemampuan kompetitif yang memadai, analisis shift-share menunjukkan pertumbuhan yang relatif lambat sehingga diperlukan upaya strategis untuk mengoptimalkan potensi ekonomi subsektor perkebunan di Kabupaten Tabalong.
Kata Kunci :Pemetaan, Komoditas unggulan , Location Quotient, shift-share
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI