DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Insidensi Penyakit Puru Akar yang disebabkan oleh Nematoda Meloidogyne spp. pada Tanaman Seledri (Apium graveolens L.) di Landasan Ulin Utara Kota Banjarbaru | |
| PENGARANG | : | ERNI FITRIANA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-01-06 |
Seledri (Apium graveolens L.) merupakan komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi, namun produktivitasnya sering mengalami penurunan akibat serangan penyakit puru akar yang disebabkan oleh nematoda Meloidogyne spp. Serangan nematoda ini ditandai dengan gejala daun menguning, pertumbuhan tanaman terhambat, tanaman menjadi kerdil hingga kematian tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat insidensi penyakit puru akar pada tanaman seledri yang dibudidayakan di Kelurahan Landasan Ulin Utara Kota Banjarbaru. Penelitian dilaksanakan pada 1-31 Oktober 2025 menggunakan metode survei dengan observasi langsung di lapangan. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling dengan pola diagonal silang. Lahan pertanaman seledri dibagi menjadi lima petak pengamatan dengan masing-masing petak terdiri atas sepuluh titik pengamatan. Pengamatan meliputi identifikasi gejala penyakit, penilaian insidensi penyakit serta analisis data secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan tingkat insidensi penyakit puru akar antar petak pengamatan. Persentase insidensi pada setiap petak berturut-turut adalah 30.14% (P1), 37.30% (P2), 94.30% (P3), 73.01% (P4) dan 80.27% (P5). Nilai insidensi tertinggi mencapai 94.30% dengan rata-rata insidensi seluruh petak sebesar 63% yang tergolong tinggi. Tingginya tingkat insidensi penyakit diduga dipengaruhi oleh jarak tanam yang tidak optimal, kondisi lingkungan yang mendukung perkembangan nematoda, penggunaan benih tidak bersertifikasi, sistem budidaya monokultur secara berkelanjutan serta penggunaan pestisida kimia yang tidak terkontrol.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI