DIGITAL LIBRARY



JUDUL:PRA-RANCANGAN PABRIK METANOL DARI GAS PEMBENTUKAN HASIL GASIFIKASI BATUBARA MELALUI PROSES HIDROGENASI DENGAN KAPASITAS 260.000 TON/TAHUN
PENGARANG:ZIKRI DAFFA AULIA MADANI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-01-07


INTISARI Metanol merupakan salah satu senyawa kimia yang memiliki peran sentral dalam pengembangan industri kimia modern. Dengan rumus kimia CH?OH, metanol dikenal sebagai alkohol paling sederhana yang secara luas digunakan dalam berbagai aplikasi industri, terutama sebagai bahan baku utama dalam produksi senyawa turunan bernilai tinggi. Latar belakang perancangan ini didorong oleh kebutuhan nasional terhadap metanol yang terus meningkat, sementara produksi domestik masih belum mencukupi sehingga mengandalkan impor. Pembangunan pabrik metanol dalam negeri diharapkan dapat meningkatkan kemandirian industri kimia nasional, mengurangi ketergantungan impor, serta memanfaatkan sumber daya batubara yang melimpah di Indonesia. Metode yang digunakan untuk mengonversi batubara menjadi gas adalah gasifikasi batubara dengan reaktor entrained flow gasifier. Proses pembentukan methanol menggunakan metode hidrogenasi. Reaksi ini berlangsung pada Reaktor Fixed Bed Multitube pada suhu 300°C dan tekanan 30 atm. Reaksi berlangsung secara eksotermis sehingga memerlukan air pendingin sebagai media pendingin reaktor. Proses ini menghasilkan konversi reaksi sebesar 75% dengan kemurnian produk mencapai 99,8%. Dengan kapasitas produksi 260.000 ton/tahun, pabrik ini akan dirancang untuk memenuhi sebagian besar kebutuhan domestik dan mengurangi ketergantungan impor. Bahan baku yang digunakan dalam pembuatan metanol yaitu batubara sebanyak 55.956 kg/jam. Pabrik beroperasi selama 330 hari pertahun. Lokasi yang dipilih untuk mendirikan pabrik ini berada di Kelurahan Sungai Danau, Kecamatan Satui, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan dengan luas 47.848 m2. Kebutuhan air utilitas diambil dari Sungai Satui sebanyak 3.972.990,3749 kg/jam. Tenaga kerja yang dibutuhkan sebanyak 139 orang dan bentuk Perusahaan Perseroan Terbatas (PT) dengan sistem organisasi garis dan staf. Berdasarkan perhitungan evaluasi ekonomi untuk pendirian pabrik metanol dibutuhkan modal tetap sebesar Rp3.074.091.920.317 sedangkan untuk modal kerja sebesar Rp720.695.811.895. Total manufacturing cost yaitu sebesar Rp3.432.934.691.954. Biaya yang dikeluarkan untuk produksi yaitu sebesar Rp4.759.231.756.706 dengan total harga jual produk sebesar Rp5.985.869.554.368. Keuntungan yang diperoleh dari pendirian pabrik ini yaitu keuntungan sebelum pajak sebesar Rp894.695.849.677 dan sesudah pajak sebesar Rp581.552.302.290. Berdasarkan perhitungan evaluasi ekonomi untuk pendirian pabrik metanol didapatkan nilai Return of Investment (ROI) sesudah pajak sebesar 19%, Pay Out Time (POT) sesudah pajak selama 3,46 tahun. Sedangkan nilai Break Even Point (BEP) sebesar 45% dan Shut Down Point (SDP) sebesar 24%. Nilai-nilai tersebut menunjukan bahwa pabrik ini bisa dipertimbangkan pendiriannya dan dapat diteruskan ke tahap perencanaan pabrik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pabrik ini layak untuk didirikan. Kata kunci: Batubara, Metanol, Gasifikasi, Hidrogenasi, Fixed Bed Multitube Reactor.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI