DIGITAL LIBRARY



JUDUL:HUBUNGAN PENGGUNAAN REGIMEN INSULIN (BASAL-BOLUS DAN IDegAsp) DENGAN HbA1c. Tinjauan pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di RSUD Ulin Banjarmasin
PENGARANG:AHMAD FAKHRUDDIN ARRAZY
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-01-08


Diabetes melitus tipe 2 menjadi salah satu masalah kesehatan utama yang sering membutuhkan terapi insulin ketika target pengendalian glikemik tidak tercapai dengan obat antidiabetes oral. Regimen basal–bolus dan insulin co-formulation (IDegAsp) merupakan dua pilihan intensifikasi yang banyak digunakan untuk menurunkan kadar HbA1c. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara penggunaan kedua regimen tersebut dengan ketercapaian target HbA1c pasien diabetes melitus tipe 2 di RSUD Ulin Banjarmasin. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional berbasis data rekam medis pasien di Poliklinik Endokrin RSUD Ulin Banjarmasin periode Juli 2024–Juli 2025. Hasil penelitian menunjukkan proporsi penggunaan regimen insulin yaitu 170 pasien (67,2%) menggunakan regimen basal–bolus, sedangkan 83 pasien (32,8%) menggunakan regimen IDegAsp. Sebanyak 74 pasien memenuhi kriteria inklusi dan diikutsertakan dalam penelitian melalui teknik total sampling. Kendali glikemik HbA1c menunjukkan bahwa 23 pasien (31,1%) berada dalam kategori terkontrol, sementara 51 pasien (68,9%) lainnya tidak terkontrol. Uji chi-square menunjukkan tidak terdapat hubungan bermakna antara penggunaan regimen insulin dengan target HbA1c (p = 0,897; OR = 1,07; CI 95%: 0,396–2,879). Temuan ini mengindikasikan bahwa kedua regimen memiliki efektivitas yang sebanding dalam praktik klinis, sehingga pemilihan terapi perlu disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan individual pasien.

Kata-kata kunci: RS Ulin, basal–bolus, IDegAsp, HbA1c, kendali glikemik

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI