DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | HUBUNGAN HBA1C DENGAN TRIGLISERIDA PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RSUD ULIN BANJARMASIN | |
| PENGARANG | : | THABITA ALIYA HASANA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-01-08 |
ABSTRAK
HUBUNGAN HbA1c DENGAN TRIGLISERIDA PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RSUD ULIN BANJARMASIN
Thabita Aliya Hasana
Diabetes melitus tipe 2 merupakan gangguan metabolik kronis yang ditandai oleh hiperglikemia dan sering disertai kelainan profil lipid, termasuk peningkatan trigliserida. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara kadar HbA1c dan trigliserida pada pasien DM tipe 2 di RSUD Ulin Banjarmasin. Desain penelitian menggunakan pendekatan cross-sectional dengan total sampel 30 pasien. Karakteristik responden menunjukkan 43,3% laki-laki dan 56,7% perempuan, dengan rerata usia 56,8 ± 9,36 tahun. Median kadar HbA1c adalah 6,95% (3,6–13,4) dan rerata trigliserida 165,77 ± 75,65 mg/dL (37–360). Hasil analisis menunjukkan bahwa pada kelompok HbA1c tidak terkontrol, 12 pasien memiliki trigliserida tinggi dan 3 normal, sedangkan pada kelompok HbA1c terkontrol terdapat 6 pasien dengan trigliserida tinggi dan 9 normal. Uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan signifikan antara HbA1c dan trigliserida (p = 0,025), dengan nilai odds ratio sebesar 6 yang mengindikasikan bahwa pasien dengan HbA1c tidak terkontrol memiliki peluang enam kali lebih besar mengalami trigliserida tinggi dibandingkan pasien dengan HbA1c terkontrol. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kontrol glikemik yang buruk berhubungan dengan peningkatan trigliserida pada pasien DM tipe 2, sehingga pemantauan HbA1c dan profil lipid secara berkala penting untuk mencegah komplikasi kardiovaskular.
Kata-kata kunci: HbA1c, trigliserida, diabetes melitus tipe 2, kontrol glikemik
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI