DIGITAL LIBRARY



JUDUL:PRARANCANGAN PABRIK POLIVINIL ALKOHOL iDARI POLIVINIL ASETAT DAN METANOL MENGGUNAKAN KATALIS NATRIUM HIDROKSIDA DENGAN PROSES TRANSESTERIFIKASI KAPASITAS 15.000 TON/TAHUN
PENGARANG:M. QADERI MUSTHAFA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-01-09


Polivinil alkohol adalah polimer sintetis yang banyak digunakan dalam industri kertas, tekstil, perekat, dan pelapis karena sifatnya yang larut dalam air, tidak beracun, serta memiliki kemampuan membentuk film yang baik. Polivinil alkohol memiliki rumus kimia dan diproduksi melalui proses transesterifikasi polivinil asetat dengan rumus kimia menggunakan metanol dengan bantuan katalis natrium hidroksida . Produk samping utama yang dihasilkan dari proses ini adalah metil asetat dengan rumus kimia .

Proses reaksi berlangsung di dalam reaktor berpengaduk pada suhu operasi 57 °C dan tekanan 1 atm dengan tingkat konversi reaksi mencapai 98%. Reaksi transesterifikasi ini bersifat endotermis dan memerlukan suplai panas untuk mempertahankan kondisi operasi reaktor. Pabrik dirancang untuk memproduksi polivinil alkohol dengan kapasitas 15.000 ton per tahun guna memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri dan mengurangi ketergantungan impor. Bahan baku utama yang digunakan dalam proses ini adalah polivinil asetat dan metanol, sedangkan natrium hidroksida digunakan sebagai katalis. Pabrik direncanakan beroperasi selama 330 hari dalam satu tahun. Lokasi pabrik direncanakan di Bontang, Kalimantan Timur dengan luas lahan sebesar 20.430 m², dengan pertimbangan ketersediaan bahan baku, utilitas, serta kemudahan distribusi. Kebutuhan air utilitas dipenuhi dari sumber air setempat, sedangkan kebutuhan energi dipenuhi melalui sistem boiler dan jaringan listrik. Jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan sebanyak 131 orang dengan bentuk perusahaan Perseroan Terbatas (PT) dan sistem organisasi garis dan staf.

Berdasarkan hasil evaluasi ekonomi, diperoleh nilai Return on Investment (ROI) setelah pajak sebesar 25,51% dengan Pay Out Time (POT) setelah pajak selama 2,7 tahun. Nilai Break Even Point (BEP) diperoleh sebesar 42% dan Shut Down Point (SDP) sebesar 32%. Hasil kajian ekonomi tersebut menunjukkan bahwa prarancangan pabrik polivinil alkohol ini layak secara teknis dan ekonomis, sehingga dapat dipertimbangkan untuk dilanjutkan ke tahap perencanaan yang lebih rinci. Dengan pertimbangan yang telah dipaparkan, proyek pembangunan pabrik tersebut dinyatakan layak untuk diwujudkan

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI