DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | PRARANCANGAN PABRIK ASETONITRIL DARI ASAM ASETAT DAN AMONIA DENGAN PROSES AMMONOLISIS MENGGUNAKAN KATALIS y- ALUMINA DENGAN KAPASITAS 2.000 TON/TAHUN | |
| PENGARANG | : | AHMAD RAIHAN FIRDAUS | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-01-09 |
Asetonitril merupakan salah satu bahan kimia penting yang banyak digunakan dalam berbagai bidang, khususnya dalam sintesis organik sebagai reagen, pelarut, serta dalam alat analisis laboratorium dan sebagai elektrolit. Permintaan global terhadap asetonitril terus meningkat karena sifatnya yang serbaguna, sementara ketersediaannya secara komersial masih terbatas. Kondisi ini menyebabkan harga asetonitril relatif tinggi dan cenderung fluktuatif. Di Indonesia sendiri, kebutuhan asetonitril sebagian besar masih dipenuhi melalui impor sehingga mendirikan pabrik di dalam negeri dinilai strategis untuk mengurangi ketergantungan luar negeri sekaligus menekan biaya produksi.Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, direncanakan pembangunan pabrik asetonitril dengan kapasitas produksi sebesar 2.000 ton per tahun yang berlokasi di Serang, Banten, dan ditargetkan mulai beroperasi pada tahun 2030. Pabrik ini akan didirikan di atas lahan seluas 13.965 m², dengan waktu operasi selama 330 hari per tahun serta mempekerjakan sebanyak 46 orang tenaga kerja. Bahan baku utama yang digunakan dalam proses produksi adalah asam asetat dan amonia dengan laju umpan masing-masing sebesar 467,2745 kg/jam dan 264,7889 kg/jam. Proses produksi asetonitril dilakukan melalui reaksi amoniasi asam asetat dengan perbandingan stoikiometri 1 mol asam asetat dan 2 mol amonia. Reaksi ini berlangsung secara endotermis di dalam reaktor Fixed Bed Multitube menggunakan katalis γ-alumina pada suhu 360 °C dan tekanan 5 atm, dengan waktu tinggal 3,13 detik serta konversi reaksi mencapai 95%. Hasil reaksi berupa campuran fase gas yang terdiri atas asam asetat, amonia, asetonitril, dan air, yang kemudian dipisahkan melalui separator, sedangkan fase cair selanjutnya dimurnikan di dalam menara distilasi untuk memperoleh produk asetonitril dengan kemurnian 99,4%. Produk utama hasil distilasi disimpan dalam tangki produk untuk dipasarkan, sementara hasil bawah yang masih mengandung asam asetat dan air ditampung dalam waste tank.
Kebutuhan utilitas untuk mendukung operasional pabrik meliputi pemakaian air sungai sebesar 8.575,2716kg/jam yang menghasilkan steam sebanyak 3.493,7677 kg/jam, serta kebutuhan listrik sebesar 400,5741 kW yang dipasok oleh generator berdaya 1.500 kW. Generator tersebut menggunakan diesel oil dengan konsumsi bahan bakar sebesar 44,2449 L/jam.
Hasil analisis ekonomi menunjukkan bahwa pembangunan pabrik asetonitril dengan bahan baku asam asetat dan amonia melalui proses ammonolisis membutuhkan Fixed Capital Investment sebesar Rp 91.176.453.658,13. Laba rata-rata sebelum pajak diperkirakan sebesar Rp 17.489.216.117,37.Sedangkan, laba rata-rata sesudah pajak sebesar Rp 11.367.990.476,29. Analisis kelayakan memberikan hasil Return on Investment (ROI) sebelum pajak 19% dan ROI sesudah pajak 12%. Pay Out Time (POT) sebelum pajak tercatat 3,43 tahun dan setelah pajak 4,45 tahun. Nilai Break Even Point (BEP) sebesar 50% kapasitas dan Shut Down Point (SDP) sebesar 25%. Sedangkan nilai Net Present Value (NPV) sebesar Rp 25.305.218.260,12 dan Internal Rate of Return (IRR) sebesar 12,69%. Berdasarkan hasil analisis tersebut, dapat disimpulkan bahwa pabrik asetonitril berbahan baku asam asetat dan amonia dengan kapasitas 2.000 ton/tahun yang direncanakan beroperasi pada tahun 2030 layak untuk didirikan.
Kata kunci: amonia, asam asetat, asetonitril, proses ammonolisis asam asetat
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI