DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Manifestasi Keterlekatan Perempuan dengan Lingkungan Sungai dalam Perspektif Ekofeminisme di Kawasan Lok Baintan | |
| PENGARANG | : | ANNISA RAHIMA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-01-09 |
Annisa Rahima, 2025.Manifestasi Keterlekatan Perempuan dengan Lingkungan Sungai dalam Perspektif Ekofeminisme di Kawasan Lok Baintan. Skripsi, Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin. (Pembimbing: Ismar Hamid, S.S., M.Si.)
Pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah masifnya kerusakan lingkungan dan maraknya krisis iklim sebagai konsekuensi dari pengelolaan sumber daya alam yang ekstraktif dan kapitalistik. Akar permasalahan ini adalah dominasi pendekatan maskulinis dalam pengelolaan sumber daya alam, yang bertentangan dengan nilai-nilai keberlanjutan dan ekofeminisme. Pertentangan ini menempatkan alam dan perempuan sebagai subjek yang terpinggirkan dan menjadi korban utama dari praktik eksploitatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manifestasi nilai ekofeminisme yang terkandung dalam kearifan lokal yang dilakukan perempuan Kawasan Lok Baintan dalam pengelolaan sungai, sekaligus mengidentifikasi tantangan yang mereka hadapi dalam upaya mempertahankan nilai-nilai tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui observasi partisipan, wawancara semi terstruktur, dokumentasi, dan studi pustaka. Analisis data menggunakan manual data analisis prosedur dengan tahapan pengumpulan catatan lapangan, transkrip, koding, kategorisasi, penemuan tema, dan memos.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengelolaan sumber daya yang dilakukan perempuan berbasis pada nilai-nilai ekofeminisme, memiliki korelasi positif dengan kearifan lokal dan berkontribusi signifikan terhadap keberlanjutan ekologi. Namun, temuan ini juga mengidentifikasi ancaman nyata terhadap nilai ekofeminisme, yang berimplikasi pada memudarnya kearifan lokal yang berujung pada degradasi lingkungan. Oleh karena itu, pandangan ekofeminisme harus diutamakan dalam pengelolaan sumber daya untuk mencapai keberlanjutan lingkungan. Sebab, menjaga kelestarian lingkungan hidup adalah prasyarat untuk memastikan kesejahteraan perempuan. Dengan demikian, ekofeminisme berfungsi sebagai landasan penting yang menjamin keberlanjutan ekologis, kelestarian budaya, dan kesejahteraan perempuan secara komprehensif, sehingga tidak ada pihak yang mengalami diskriminasi.
|
Kata kunci: |
Perempuan, Ekofeminisme, Kearifan Lokal, Keberlanjutan Ekologi |
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI