DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Sumbahyang: Menyingkap Makna Prosesi Aruh Bawanang dalam Kajian Sosioreligi | |
| PENGARANG | : | DIO KRISTIAN MAHAT | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-01-10 |
Bagi masyarakat Dayak Meratus, termasuk di Desa Muara Hungi berladang erat kaitannya dengan religiositas mereka sebagai penghayat kepercayaan Balian. Terdapat beberapa prosesi upacara yang berhubungan dengan kegiatan berladang.Salah satunya adalah Aruh Bawanang yang dilaksanakan saat musim panen padi tiba. Penelitian ini bertujuan memahami rangkaian ritual dan hal-hal yang diperlukan dalam pelaksanaan prosesi Aruh Bawanang, serta mengungkap nilai filosofi yang terkandung di dalamnya melalui tinjauan Agama Hindu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, yaitu penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan ialah observasi langsung, wawancara mendalam dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bawanang tidak hanya sebuah kebudayaan dari masyarakat tradisional yang bermukim di kawasan pegunungan Meratus, tetapi juga merupakan hasil dari nilai religiositas mereka terhadap padi, manusia, alam dan para entitas metafisik yang memelihara berbagai aspek dialam semesta. Bawanang merupakan sebuah kearifan lokal dan sistem peribadatan yang sarat akan nilai filosofis di dalamnya. Menjadi simbol bagaimana masyarakat Dayak Meratus menyelaraskan hubungan mikrokosmos dengan makrokosmos. Guna memperoleh pembenaran atas segala tindakan yang dilakukan selama proses berladang, melepaskan hal-hal negatif dan mengembalikan nilai sakral seluruh objek maupun subjek yang terlibat, serta hasil yang didapatkan. Aruh ini juga merupakan identitas yang membentuk bentuk kesadaran bersama para bubuhan untuk berkumpul dan mengingat kembali para entitas metafisik yang dipercaya memiliki peran besar dalam kehidupan sosial dan ekonomi Masyarakat Dayak Meratus. Peneliti selanjutnya dapat menggali lebih dalam mengenai berbagai prosesi aruh lainnya, kebudayaan, sejarah, ekonomi, dan kehidupan sosial masyarakat Dayak Meratus.
Kata kunci: Kearifan Lokal, Nilai Religiositas, Aruh Adat.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI