DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | PERBEDAAN JUMLAH ERITROSIT SEBELUM DAN SESUDAH PEMBERIAN ERYTHROPOIESIS STIMULATING AGENTS Tinjauan Pada Pasien Penyakit Ginjal Kronik Yang Menjalani Hemodialisis Di RSUD Ulin Tahun 2024 | |
| PENGARANG | : | PRATAMA YUDYANTO RAMADHAN | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-01-13 |
Anemia merupakan komplikasi utama pada penyakit ginjal kronik (PGK) stadium akhir akibat menurunnya produksi eritropoietin (EPO) oleh ginjal. Terapi erythropoiesis-stimulating agents (ESA) digunakan untuk menstimulasi pembentukan eritrosit dan mengurangi derajat anemia pada pasien hemodialisis (HD). Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan jumlah eritrosit sebelum dan sesudah pemberian ESA pada pasien PGK yang menjalani HD di RSUD Ulin Banjarmasin tahun 2024. Penelitian menggunakan desain observasional analitik cross-sectional dengan pendekatan retrospektif. Sampel dipilih dengan teknik total sampling berdasarkan kriteria inklusi, didapatkan 85 pasien PGK yang menjalani HD dan menerima terapi ESA. Data jumlah eritrosit diperoleh dari rekam medik pada dua waktu pengukuran: sebelum pemberian ESA dan 2–6 minggu setelah terapi. Uji normalitas menggunakan Kolmogorov–Smirnov menunjukkan distribusi data normal, sehingga analisis dilakukan dengan uji t-berpasangan . Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata jumlah eritrosit meningkat dari 3,4 ± 0,47 juta/µL sebelum terapi menjadi 3,5 ± 0,48 juta/µL setelah terapi. Terdapat perbedaan bermakna antara jumlah eritrosit sebelum dan sesudah mendapatkan terapi ESA (p = 0,005). Temuan ini mengindikasikan bahwa pemberian ESA memberikan efek positif terhadap peningkatan jumlah eritrosit pada pasien PGK yang menjalani HD, meskipun besarnya respons dapat bervariasi antar individu.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI