DIGITAL LIBRARY



JUDUL:ANALISIS KESTABILAN LERENG LOW WALL DENGAN MENGGUNAKAN METODE KESETIMBANGAN BATAS (SPENCER) PADA PIT SITARUM PT CIPTA KRIDATAMA SITE BINUANG MITRA BERSAMA BLOK DUA
PENGARANG:WULAN TRI RAMADHANI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-01-13


Kestabilan lereng merupakan aspek penting dalam kegiatan penambangan. Kestabilan lereng low wall sangat penting untuk dijaga karena longsor dapat berdampak pada dilusi (tercampurnya overbuden ke batubara) dan terhambatnya proses produksi batubara.  Pada kasus di lapangan terdapat tiga dugaan penyebab yang mengganggu kestabilan lereng pada low wall Pit Sitarum PT Cipta Kridatama site Binuang Mitra Bersama, diantaranya intensitas curah hujan yang tinggi, air tanah yang tinggi pada lereng low wall, dan kurangnya reshaping pada lereng.

Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa litologi di area penelitian terdiri dari claystone, sandstone, siltstone, carbonaceous claystone dan coal dengan arah penyebaran lapisan N225°E dan dip 49°. Kemudian, analisis kestabilan lereng dilakukan menggunakan metode kesetimbangan batas (spencer) dengan bantuan software Slide 6.0. Nilai faktor keamanan minimum yang digunakan sebagai batas kritis adalah 1,1 dengan maksimum nilai probability of failure 5% untuk lereng keseluruhan. Sedangkan, lereng tunggal menggunakan nilai faktor keamanan dinamis sehingga tidak memiliki minimum nilai FK (Faktor Keamanan) tetapi memiliki maksimum nilai probability of failure yaitu 25%. Hasil analisis kestabilan lereng tunggal menunjukan bahwa lereng pada litologi sandstone paling mudah longsor dibanding litologi lainnya, yang ditunjukkan dengan nilai PF ≥25%. Sedangkan, FK lereng keseluruhan aktual low wall pada section A-A’ yaitu 1,07 dengan nilai PF 0% dan section B-B’ 0,99 dengan nilai PF 22%. Ini menunjukkan bahwa nilai faktor keamanan (FK) belum memenuhi kriteria desain minimum yang ditetapkan. Rekomendasi geometri lereng keseluruhan diberikan untuk mendukung stabilitas. Pada section A-A’ bidang gelincir kritis berada pada lereng tunggal dengan geometri awal lereng, yaitu tinggi 17,69 m, lebar 21,21 m, dan kemiringan 32°. Metode pengurangan kemiringan dengan cara cutting bagian lereng hingga memiliki kemiringan 25°. Pada section B-B’ dilakukan pengurangan sudut kemiringan serta pengaturan ulang dimensi lereng. Penerapan remodel dilakukan pada empat lereng tunggal aktual. Hasil geometri remodel yaitu tinggi 6,96 m sd 17,9 m, lebar 7,98 sd 53,18, dan kemiringan 26° sd 61°. Perubahan geometri dilakukan dengan proses cutting hingga memiliki geometri yaitu tinggi 7,17 m sd 25,48 m, lebar 7,98 m sd 45,89 m, serta kemiringan 26°dan 49°. Melalui re-shaping lereng tersebut, kestabilan lereng A-A’ dan B-B’ meningkat dengan nilai FK;PF berturut-turut 1,12;0% dan 1,13;4.8%.

Kata Kunci:Analisis Kestabilan Lereng, Low Wall, Faktor Keamanan, Spencer, Probability of Failure

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI