DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Hubungan Tingkat Keparahan Community-acquired Pneumonia (CAP) Dengan Gula Darah Sewaktu pada Pasien Dewasa di RSUD Ulin Banjarmasin | |
| PENGARANG | : | NABIILAH DESSYNTAWATI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-01-14 |
Community-acquired pneumonia (CAP) merupakan salah satu penyebab morbiditas dan mortalitas yang tinggi pada pasien dewasa. Respons stres akibat infeksi akut sering kali menyebabkan perubahan metabolik, termasuk peningkatan glukosa darah sewaktu (GDS). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat keparahan CAP dengan kadar GDS pada pasien dewasa yang dirawat di RSUD Ulin Banjarmasin. Penelitian ini merupakan penelitian dengan observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional dan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Tingkat keparahan CAP diukur menggunakan skoring Pneumonia Severity Index (PSI) dan diklasifikasikan menjadi ringan, sedang, dan berat. Sedangkan, kadar GDS diukur pada saat pasien pertama kali datang ke rumah sakit. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dengan pendekatan Monte Carlo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat keparahan CAP dengan kadar GDS pada pasien dewasa (p = 0,676). Temuan ini menunjukkan bahwa kadar GDS tidak selalu meningkat seiring bertambahnya keparahan CAP dan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor lain, seperti status nutrisi, respons stres individu, penggunaan obat, dan penyakit penyerta. Beberapa pasien bahkan menunjukkan kondisi hipoglikemia saat diagnosis CAP ditegakkan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kadar GDS tidak dapat dijadikan satu-satunya indikator dalam menilai tingkat keparahan CAP pada pasien dewasa.
Kata-kata kunci: CAP, gula darah sewaktu, pneumonia severity index
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI