DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Pengaruh Breakwater dan Groin Terhadap Transformasi Gelombang Menggunakan Modul CMS-Wave di Pantai Swarangan, Kabupaten Tanah Laut
PENGARANG:RIZQI NURFAJRI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-01-15


Pantai Swarangan di Kabupaten Tanah Laut merupakan wilayah pesisir yang berhadapan langsung dengan Laut Jawa dan mengalami tingkat abrasi yang cukup tinggi akibat energi gelombang laut. Kondisi tersebut diperparah oleh belum optimalnya bangunan pengaman pantai yang ada, sehingga diperlukan kajian ilmiah untuk mengetahui karakteristik transformasi gelombang serta efektivitas bangunan pantai dalam meredam energi gelombang sebagai upaya mitigasi abrasi.

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi gelombang dari laut dalam menuju pantai serta membandingkan efektivitas bangunan pantai jenis breakwater dan groin dalam mereduksi tinggi dan energi gelombang di Pantai Swarangan. Analisis dilakukan menggunakan pemodelan numerik CMS-Wave (Coastal Modeling System – Wave) dengan mempertimbangkan data pasang surut (HAT, MSL, dan LAT), data angin dari BMKG, serta data batimetri hasil peta dan pengukuran lapangan. Simulasi dilakukan pada beberapa arah dan kondisi gelombang, baik sebelum maupun setelah penerapan bangunan pantai.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa gelombang yang merambat menuju pantai mengalami proses transformasi berupa refraksi, shoaling, difraksi, dan gelombang pecah akibat perubahan kedalaman perairan. Penerapan breakwater menghasilkan zona perairan yang lebih tenang di sisi lee side bangunan dengan penurunan tinggi gelombang yang lebih signifikan dibandingkan groin. Sementara itu, groin lebih berperan dalam mengatur arah penjalaran gelombang dan distribusi sedimen sepanjang pantai, namun efektivitasnya dalam mereduksi tinggi gelombang relatif lebih kecil.

Berdasarkan analisis efektivitas, breakwater dinilai lebih optimal dalam meredam energi gelombang dan memberikan perlindungan langsung terhadap garis pantai Pantai Swarangan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar pertimbangan dalam perencanaan dan pengelolaan bangunan pengaman pantai yang sesuai dengan karakteristik gelombang setempat guna mendukung upaya mitigasi abrasi secara berkelanjutan.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI