DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | EFEKTIVITAS PENGENDALIAN GULMA SECARA KIMIAWI DISEKITAR TEGAKAN JABON (Anthocephalus cadamba) DI TAMAN HUTAN HUJAN TROPIS INDONESIA KALIMANTAN SELATAN | |
| PENGARANG | : | MUHAMMAD SAIPUL BAHRI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-01-15 |
|
|
Gulma merupakan salah satu faktor pembatas utama dalam pertumbuhan tegakan jabon (Anthocephalus cadamba) karena bersaing dalam mendapatkan cahaya, air, dan unsur hara. Pengendalian kimia menggunakan herbisida kontak umum diterapkan pada kawasan hutan tanaman di daerah tropis. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas herbisida paraquat pada tiga tingkat dosis (5 ml, 7,5 ml, dan 10 ml) dalam menekan kematian gulma pada tegakan jabon di kawasan Taman Hutan Hujan Tropis Indonesia (TH2TI), Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Penilaian gulma dilakukan menggunakan skoring visual selama empat hari setelah aplikasi (H1–H4) yang kemudian dijadikan dasar perhitungan persentase kematian gulma. Hasil menunjukkan bahwa dosis 10 ml menghasilkan tingkat kematian gulma tertinggi dan gejala tercepat berupa klorosis dan nekrosis jaringan dalam 24 jam setelah aplikasi. Dosis 7,5 ml menunjukkan efektivitas sedang, sedangkan 5 ml menghasilkan kematian gulma lebih rendah dan lambat. Faktor lingkungan seperti intensitas cahaya, kelembapan, dan waktu penyemprotan berpengaruh terhadap kinerja herbisida. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dosis 10 ml merupakan dosis paling efektif untuk pengendalian gulma jangka pendek di bawah tegakan jabon dan dapat dijadikan acuan bagi strategi pengelolaan gulma di kawasan sejenis.
Kata kunci: pengendalian; gulma; jabon; efektivitas
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI