DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Hubungan Kadar Creatine Kinase Myocardial Band (CK-MB) dengan Mortalitas pada Pasien Infark Miokard Akut | |
| PENGARANG | : | VANIA NAJWA KAMILIA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-01-15 |
ABSTRAK
HUBUNGAN KADAR CREATINE KINASE MYOCARDIAL BAND (CK-MB) DENGAN MORTALITAS PADA PASIEN INFARK MIOKARD AKUT
Vania Najwa Kamilia
Penilaian prognosis infark miokard akut (IMA) memerlukan biomarker yang mencerminkan luas kerusakan miokard. Creatine Kinase Myocardial Band (CK-MB) masih digunakan di fasilitas kesehatan dengan keterbatasan akses pemeriksaan troponin, tetapi perannya sebagai prediktor mortalitas masih perlu dikaji. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kadar CK-MB dengan mortalitas pasien IMA. Desain penelitian adalah retrospective cohort menggunakan rekam medis pasien IMA di RSUD Ulin Banjarmasin periode Januari-Desember 2024. Variabel bebasnya adalah kadar CK-MB yang dikategorikan menjadi normal (≤ 24 IU/l) dan meningkat (> 24 IU/l). Variabel terikatnya adalah mortalitas di rumah sakit. Analisis menggunakan uji regresi logistik untuk menilai hubungan kadar CK-MB dengan mortalitas, dengan mengendalikan variabel usia, jenis kelamin, dan komorbiditas. Sebanyak 168 pasien diinklusi. Sebagian besar pasien berusia < 60 tahun (58,9%), laki-laki (68,5%), mempunyai komorbiditas hipertensi (22,0%), dan kadar CK-MB normal (51,2%). Mortalitas lebih tinggi ditemukan pada pasien dengan kadar CK-MB meningkat dibandingkan dengan kadar CK-MB normal. Pasien dengan kadar CK-MB meningkat memiliki risiko mortalitas lebih tinggi dibandingkan pasien dengan kadar CK-MB normal (aRR = 2,37; 95% CI: 1,03 – 5,50; p = 0,044). Usia ≥ 60 tahun juga berhubungan signifikan dengan peningkatan mortalitas. Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara kadar CK-MB dengan mortalitas pada pasien IMA.
Kata-kata kunci: CK-MB, mortalitas, infark miokard akut
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI