DIGITAL LIBRARY



JUDUL:ANALISIS NILAI PEMANFAATAN LAHAN KEBUN KARET DI DESA SUNGAI PINANG KECAMATAN TAMBANG ULANG KABUPATEN TANAH LAUT
PENGARANG:ANANDA SYIFA ERIYANI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-01-15


ANANDA SYIFA ERIYANI. 2025. Analisis Nilai Pemanfaatan Lahan Kebun Karet Di Desa Sungai Pinang Kecamatan Tambang Ulang Kabupaten Tanah Laut. Skripsi, Program Studi Kehutanan Fakultas Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat. Pembimbing Dr. Hj. Arfa Agustina Rezekiah, S.Hut., M.P dan Asysyifa, S.Hut., M.P.

 

Kata Kunci: valuasi ekonomi; kebun karet; nilai guna langsung; nilai guna tidak   langsung; penyerapan karbon

 

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai pemanfaatan lahan kebun karet di Desa Sungai Pinang, Kecamatan Tambang Ulang, Kabupaten Tanah Laut, dengan menilai nilai guna langsung berupa produksi kayu dan getah, serta nilai guna tidak langsung berupa penyerapan karbon. Pemanfaatan kebun karet oleh masyarakat selama ini umumnya hanya berfokus pada hasil getah, sementara potensi nilai ekonomi dari kayu dan jasa ekosistem penyerapan karbon belum dimanfaatkan secara optimal. Pendekatan valuasi ekonomi dilakukan guna memberikan gambaran komprehensif terhadap kontribusi lahan karet baik dari aspek produksi maupun fungsi ekologisnya.Penelitian dilaksanakan selama tiga bulan (September–Desember 2022) dengan metode purposive sampling pada tiga kelas umur tanaman karet (5, 7, dan 12 tahun). Data primer diperoleh melalui pengukuran tinggi dan diameter pohon, wawancara petani, serta observasi lapangan, sedangkan data sekunder diperoleh dari literatur dan harga pasar. Analisis data meliputi perhitungan volume kayu, produksi getah, biomassa pohon, serta estimasi nilai ekonomi berdasarkan harga aktual kayu, getah, dan karbon. Hasil menunjukkan bahwa kelas umur 12 tahun memiliki nilai ekonomi tertinggi pada semua parameter: nilai ekonomi kayu mencapai Rp263.083.829,09/ha, getah karet Rp47.738.496,96/tahun, dan penyerapan karbon Rp76.573.918,93.Secara keseluruhan, total nilai ekonomi dari tiga kelas umur untuk seluruh parameter adalah Rp313.632.011,65 (kayu), Rp84.184.712,64 (getah), dan Rp111.531.181,04 (karbon). Nilai-nilai tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan lahan kebun karet secara menyeluruh dapat memberikan manfaat ekonomi dan ekologis yang signifikan. Oleh karena itu, pengelolaan kebun karet yang mempertimbangkan aspek multi-manfaat, seperti umur tebang optimal dan pemanfaatan kayu pasca-produksi getah, penting untuk diterapkan guna mewujudkan pengelolaan yang berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal.

 

 

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI