DIGITAL LIBRARY



JUDUL:PERKELAHIAN DALAM DUNIA GAME (FENOMENA TOXIC PADA GAME VALORANT)
PENGARANG:MAZIATUL PUTRI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-01-16


Proses sosial tidak hanya terjadi sebatas dalam dunia luar, namun juga dunia nyata. Adanya permainan daring juga menjadi salah satu tempat masyarakat untuk bersosialisasi satu sama lain. Dalam kehidupan bersosial, manusia tidak luput dari yang namanya konflik. Penelitian ini dilakukan pada sebuah komunitas yang mencakup pemain game Valorant. Tujuan peneliti ialah mengetahui konflik yang terjadi pada pemain game Valorant dan melihat hubungan pertemanan yang mempengaruhi setelah adanya konflik dengan menggunakan teori konflik oleh Ralf Dahrendorf. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan jenis penelitian fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi.

Hasil penelitian menemukan bahwa adanya pemeran superordinat dan subordinasi yang terjadi dalam game Valorant. Pemeran superordinat memandang rendah pemeran subordinat karena dirinya mendapatkan kuasa dari kerja keras yang menurutnya diraihnya sendiri atau dengan adanya perasaan mempunyai hubungan yang terlalu dekat dengan pelaku subordinat. Hal itu membuat pemeran superordinat cenderung untuk menormalisasikan perilakunya melakukan perilaku Toxic dengan melontarkan kata-kata kasar dan mengatur orang lain untuk memenuhi tujuan yang ingin dia capai sehingga seringkali memaksa pemeran subordinat tertekan dengan adanya kehadiran pelaku superordinat. Melihat adanya bentrokan ketika para pemain yang memiliki tujuan yang berbeda bermain bersama, tidak ada salahnya untuk tidak bermain bersama walaupun memiliki hubungan pertemanan dengan pemain lain.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI