DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | PRARANCANGAN PABRIK GLISEROL MONOOLEAT DARI GLISEROL DAN ASAM OLEAT DENGAN PROSES ESTERIFIKASI MENGGUNAKAN KATALIS ZEOLIT KAPASITAS 8.000 TON/TAHUN | |
| PENGARANG | : | BAHJATUNNISA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-01-16 |
Gliserol monooleat atau yang biasa disebut GMO merupakan senyawa ester hasil reaksi antara gliserol dan asam oleat yang banyak dimanfaatkan di berbagai industri. Gliserol monooleat sering dimanfaatkan sebagai emulsifier di industri seperti kosmetik, makanan, Obat-obatan, tekstil, plastik, dan oli. Pabrik ini didirikan dengan kapasitas produksi sebesar 8.000 ton/tahun, yang dirancang Untuk mencukupi kebutuhan yang ada di dalam negeri serta menekan tingkat ketergantungan terhadap produk impor.
Proses pembuatan gliserol monooleat dilakukan melalui reaksi esterifikasi menggunakan bahan gliserol dan asam oleat serta katalis zeolit dalam Reaktor Tangki Berpengaduk pada kondisi suhu 180°C dan tekanan operasi pada 0,2 atm selama 3 jam. Reaksi ini menghasilkan konversi hingga 81% dengan kemurnian produk 99%. Bahan baku yang digunakan dalam pembuatan gliserol monooleat yaitu asam oleat dan gliserol sebesar 989,4493 kg/jam dan 322,5886 kg/jam. Pabrik direncanakan beroperasi selama 330 hari dalam satu tahun. Lokasi untuk mendirikan pabrik ini berada di Dumai dengan luas 20,871 m2.
Kebutuhan air utilitas 93180,8028 kg/jam. Pabrik ini direncanakan mempekerjakan sebanyak 108 tenaga kerja dengan bentuk badan usaha Perseroan Terbatas (PT) serta menerapkan struktur organisasi garis dan staf.
Berdasarkan hasil analisis ekonomi, pendirian pabrik gliserol monooleat memerlukan investasi modal tetap sebesar Rp. 345.186.323.745,43,- sedangkan untuk modal kerja sebesar Rp. 24.910.281.308,25,-. Total manufacturing cost yaitu sebesar Rp. 403.938.909.565,-. Biaya yang dikeluarkan untuk produksi yaitu sebesar Rp.543.627.720.008,96,-. dengan total harga jual produk sebesar Rp. 704.724.969.973,-. Keuntungan yang diperoleh dari pendirian pabrik ini yaitu keuntungan sebelum pajak sebesar Rp. 123.356.662.790,31 dan sesudah pajak sebesar Rp. 80.181.830.813,70,- . Hasil evaluasi menunjukkan bahwa nilai Return on Investment atau ROI setelah pajak mencapai sebesar 23,2% dengan waktu pengembalian modal Pay Out Time (POT) selama 3 tahun. Selain itu, Break Even Point atau yang disingkat BEP berada pada tingkat 44% dan Shut Down Point tercatat senilai 20,5%.
Capaian parameter ekonomi tersebut mengindikasikan bahwa rencana pendirian pabrik memenuhi kriteria kelayakan.Sehingga pabrik gliserol monooleat dinyatakan layak untuk dibangun.
Kata kunci: gliserol monooleat, reaksi esterifikasi, asam oleat, gliserol, zeolit
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI