DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Kaganaan Urang Galib: Sakralitas Alam dan Pelestarian Lingkungan pada Kepercayaan Tradisional dalam Tinjauan Materialisme Historis | |
| PENGARANG | : | AKHMAD DAVID RAMADHAN | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-01-16 |
Akhmad David Ramadhan. Kaganaan Urang Galib: Sakralitas Alam dan
Pelestarian Lingkungan pada Kepercayaan Tradisional dalam Tinjauan
Materialisme Historis (Dibimbing oleh Ismar Hamid).
Penelitian ini bertujuan untuk mengulik, menganalisa, dan mendeskripsikan: 1)
Bentuk sakralitas alam pada Masyarakat Desa datar Ajab; 2) faktor-faktor historis
dan materialis dibalik muncul dan berkembangnya konsep sakralitas alam pada
Masyarakat Desa Datar Ajab. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif,
dan dengan jenis penelitian Grounded Theory. Sumber data pada penelitian ini
adalah sumber data primer, yakni situasi sosial dan sumber data sekunder, yakni
literatur-literatur yang menunjang dan menambah kekayaan data pada penelitian
ini. Teknik pengummpulan data pada penelitian ini terdiri dari; observasi
partisipan, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Lokasi penelitian
bertempat Desa Datar Ajab, Kecamatan Hantakan, Kabupaten Hulu Sungai
Tengah, Provinsi Kalimantan Selatan.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sakralitas alam pada masyarakat Desa
Datar Ajab tertuang dalam konsep Kaganaan Urang Galib dan ritual Basarah
Sasumuran. Konsep Kaganaan Urang Galib mengonstruksi pemahaman
masyarakat bahwa alam adalah tempat tinggal bagi entitas-entitas yang tak kasat
mata. Ritual Basarah Sasumuran memberi gambaran bahwa ada perlakukan khusus
yang menunjukkan bagaimana cara masyarakat menghormati alam, meliputi izin
memasuki kawasan yang disakralkan, penebusan kesalahan, dan penghormatan
terhadap entitas tak terlihat. Melalui konsep sakralitas alam tersebut, alam diangap
memiliki kedudukan yang lebih tinggi. Dengan demikian, muncul tata cara, nilai,
dan norma yang harus ditaati masyarakat dalam mengelola dan memperlakukan
alam. Ditinjau dari aspek-aspek historis dan materialisnya, sakralitas ala mini
muncul karena keselarasan kebutuhan masyarakat dan sumber daya alam sebagai
sumber kebutuhan utama. Kawasan alam yang dikategorikan sebagai Kaganaan
Urang Galib menunjang dan memenuhi kebutuhan masyarakat yang meliputi; 1)
Kebutuhan pangan, sandang, dan papan; 2) Ekonomi Masyarakat; 3) Obat-obatan
tradisional. Selain itu, beberapa kawasan tersebut juga memiliki hubungan sejarah
terkait awal mula pemukiman masyarakat di Desa Datar Ajab. Merujuk pada kajian
materialisme historis Marx, alam menjadi badan inorganik masyarakat Desa Datar
Ajab. Lebih jauh lagi, dalam konteks ini alam adalah basis sosial atau infrastruktur
bagi masyarakat Desa datar Ajab. Alam memenuhi berbagai kebutuhan
masyarakat, menjamin keberlangsungan hidup masyarakat. Melalui infrastruktur
tersebut, lahir suprastruktur yang didalamnya tertuang tata cara, nilai, dan norma
terkait pengelolaan lingkungan.
Kata Kunci: Dayak Meratus, Sakralitas Alam, Basarah Sasumuran, Materialisme
Historis
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI