DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Analisis Biaya Pekerjaan Perkerasan Aspal Ditinjau dari Produktivitas dan Biaya Alat Berat dan Tenaga Kerja (Studi Kasus Peningkatan Jl. Syaidina Umar - Komp. Bhayangkara Kel. Guntung Manggis)
PENGARANG:DHIYA EL NAJATI SUBRI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-01-18


Pekerjaan perkerasan aspal pada proyek peningkatan jalan memerlukan pengelolaan alat berat dan tenaga kerja yang efektif dan efisien agar target mutu, waktu, dan biaya dapat tercapai. Tingginya porsi biaya pekerjaan perkerasan aspal menjadikan produktivitas alat berat dan tenaga kerja sebagai faktor utama yang mempengaruhi total biaya proyek. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis produktivitas serta biaya alat berat dan tenaga kerja pada pekerjaan perkerasan aspal di Proyek Peningkatan Jalan Syaidina Umar – Komplek Bhayangkara, Kelurahan Guntung Manggis.

Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan metode studi kasus. Data yang digunakan terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui pengamatan langsung di lapangan dan wawancara dengan pihak terkait untuk memperoleh informasi mengenai jam kerja, waktu siklus alat, serta kinerja alat berat dan tenaga kerja. Data sekunder meliputi spesifikasi alat, harga satuan alat dan upah tenaga kerja, data volume pekerjaan, serta dokumen perencanaan proyek. Analisis produktivitas dan biaya dilakukan berdasarkan Peraturan Menteri PUPR Nomor 8 Tahun 2023 dan Surat Edaran Direktorat Jenderal Bina Konstruksi Nomor 182 Tahun 2025.

Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar alat berat memiliki kapasitas produksi perencanaan yang lebih tinggi dibandingkan kapasitas produksi   lapangan. Hal ini mengindikasikan pekerjaan lapangan yang lebih efisien dibandingkan lapangan. Sebaliknya, Asphalt Sprayer menunjukkan produktivitas lapangan lebih tinggi akibat perbedaan jenis alat yang digunakan. Dari sisi biaya, biaya sewa alat dan upah mandor pada perencanaan lebih tinggi dibandingkan lapangan, sedangkan upah pekerja lebih besar di lapangan. Analisis harga satuan menunjukkan bahwa pekerjaan lapis resap pengikat lebih ekonomis di lapangan, sementara pekerjaan lataston lapis fondasi (HRS-Base) lebih ekonomis pada perencanaan.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI