DIGITAL LIBRARY



JUDUL:ANALISIS POTENSI KEDALAMAN AIR TANAH UNTUK IRIGASI SISTEM AIR TANAH DI DESA BINJU KABUPATEN BALANGAN
PENGARANG:NOOR IZATIL ISMIATI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-01-19


Kabupaten Balangan memiliki potensi pertanian yang tinggi, termasuk Desa Binju yang didominasi sawah tadah hujan dan sangat bergantung pada curah hujan, sehingga sering mengalami kekurangan airdan risiko gagal panen. Kondisi morfologi perbukitan serta keterbatasan jaringan irigasi permukaan menjadikan air tanah sebagai alternatif pengairan yang potensial. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menganalisis neraca air lahan pertanian, menentukan potensi kedalaman air tanah menggunakan survei geolistrik, serta memilih jenis pompa yang efektif dan efisien untuk sistem irigasi air tanah di Desa Binju, Kabupaten Balangan.

Penelitian ini diawali dengan studi literatur serta pengumpulan data primer dan sekunder. Data sekunder berupa curah hujan dan klimatologi periode 2022–2024 diperoleh dari instansi terkait, sedangkan data primer diperoleh melalui wawancara masyarakat dan survei geolistrik konfigurasi Schlumberger. Data klimatologi diolah menjadi rata-rata bulanan, kemudian perhitungan evapotranspirasi menggunakan metode FAO Penman–Monteith 56 untuk analisis neraca air

Berdasarkan hasil penelitian ini data curah hujan periode 2022–2024 menunjukkan nilai tertinggi 638 mm/bulan (Januari 2024) dan terendah 33,5 mm/bulan (Agustus 2023). Perhitungan evapotranspirasi menggunakan metode FAO Penman–Monteith 56 menghasilkan nilai evapotranspirasi tertinggi 185,1 mm/bulan dan terendah 105,7 mm/bulan, sehingga neraca air menunjukkan surplus pada musim hujan dan defisit pada Juli–September. Hasil wawancara mengonfirmasi bahwa sawah tadah hujan sangat rentan gagal panen akibat keterbatasan irigasi permukaan. Survei geolistrik konfigurasi Schlumberger menemukan akuifer potensial pada kedalaman 37,8–75,3 m di Titik 2 dengan litologi lanau pasiran hingga pasir halus, sehingga direkomendasikan sebagai lokasi sumur bor. Berdasarkan kedalaman akuifer dan kebutuhan energi di pedesaan, pompa solar helical rotor dipilih sebagai opsi paling efektif dan efisien karena mampu bekerja pada kedalaman besar dan menggunakan energi surya tanpa ketergantungan listrik PLN atau bahan bakar fosil.

 

Kata kunci: Air tanah, Geolistrik, Neraca air, Pompa, Kabupaten Balangan.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI