DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | KUALITAS PELAYANAN PENGAMBILAN OBAT PADA PASIEN RAWAT JALAN DI INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT TK. III DR. R. SOEHARSONO (TPT) BANJARMASIN | |
| PENGARANG | : | ERESTU FADYA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-01-20 |
Erestu Fadya, 2110411320040, 2025. Kualitas Pelayanan Pengambilan Obat Pada Pasien Rawat Jalan di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Tk. III Dr. R. Soeharsono (TPT) Banjarmasin. Dibawah bimbingan Widyakanti.
Pelayanan pengambilan obat di instalasi farmasi merupakan bentuk pelayanan publik yang sangat penting untuk menentukan kepuasan pasien. Namun, di Rumah Sakit Tk. III Dr. R. Soeharsono (TPT) Banjarmasin, masih terdapat keluhan mengenai lamanya waktu tunggu dan sikap petugas yang kurang ramah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas pelayanan pengambilan obat pada pasien rawat jalan serta mengidentifikasi faktor-faktor yang menghambat proses pelayanan tersebut.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan pengambilan obat pada pasien rawat jalan di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Tk. III Dr. R. Soeharsono (TPT) Banjarmasin secara umum berjalan cukup baik berdasarkan enam atribut kualitas pelayanan menurut Tjiptono. Namun, ketepatan waktu pelayanan masih kurang baik karena waktu tunggu yang lama, yang dipengaruhi oleh beberapa faktor. Di sisi lain, akurasi pelayanan, kesopanan dan keramahan, serta atribut pendukung lainnya sudah baik. Kemudahan mendapatkan pelayanan dan kenyamanan dalam memperoleh pelayanan tergolong cukup baik. Faktor penghambat meliputi: 1) Keterbatasan sumber daya manusia (SDM); 2) Ketidaktahuan pasien terhadap alur pelayanan; 3) Ketidakteraturan jadwal poli; 4) Gangguan koneksi internet atau server down; 5) Kendala pengadaan obat; 6) Keterbatasan ruang pelayanan farmasi, serta 7) Keluhan pasien terhadap lamanya waktu tunggu.
Saran dari penelitian ini meliputi peningkatan jumlah dan kompetensi SDM, perbaikan sistem penjadwalan poli, penguatan jaringan serta sistem digital, penyediaan informasi alur pelayanan yang lebih jelas, dan optimalisasi manajemen persediaan obat. Selain itu, peningkatan kapasitas ruang pelayanan diharapkan dapat mendukung kelancaran proses pengambilan obat.
Kata kunci: Kualitas Pelayanan, Pelayanan Farmasi, Instalasi Farmasi
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI