DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | PENGARUH PEMBERIAN AMPAS BIJI KELOR (Moringa oleifera SEED CAKE) TERHADAP pH DAN N-TOTAL DI TANAH GAMBUT | |
| PENGARANG | : | ANISA SARASWATI NOVENDA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-01-22 |
Lahan gambut merupakan sumberdaya alam yang sangat potensial dimanfaatkan untuk kesejahteraan manusia. Moringa oleifera merupakan salah satu jenis tanaman yang tumbuh dan berkembang di daerah tropis seperti Indonesia. Ampas biji keloradalah limbah dari biji kelor yang didapatkan dari hasil dari pemanfaatan biji tanaman kelor untuk menghasilkan minyak kelor melalui proses ekstraksi dari biji dengan menggunakan metode pengepresan dingin.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ampas biji kelor (Moringa oleifera seed cake) terhadap pH dan N-total di tanah gambut.
Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor. Adapun faktor yang diteliti adalah dosis ampas biji kelor (A), yang terdiri dari lima taraf dan diulang sebanyak empat kali sehingga diperoleh 20 satuan percobaan. Perlakuan yang digunakan yaitu a0 = 0 t ha-1 (kontrol), a1 = 5 t ha-1, a2 = 10 t ha-1, a3 = 15 t ha-1, dan a4 = 20 t ha-1. Tanah gambut untuk penelitian ini diambil di Jalan Cakrajaya Gambut, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan dengan menggunakan cangkul. Tanah gambut diambil dengan kedalaman 0-20 cm sebanyak 100 kg. Tanah kemudian dibersihkan dari sisa-sisa tanaman seperti daun atau ranting dan dimasukkan ke dalam karung. Tanah yang sudah diambil dimasukkan ke dalam polibag dengan berat sebesar 5 kg dan diberi perlakuan sesuai dengan dosis yang sudah ditentukan. Perlakuan diberikan dengan cara dicampurkan dengan tanah gambut dan dibolak balik sehingga tercampur merata kemudian dilakukan inkubasi selama 14 dan 30 hari. Pengamatan dilakukan masing-masing perlakuan yaitu dengan mengambil sampel tanah setiap perlakuan dan ulangan. Adapun parameter tanah yang diteliti adalah: pH tanah dan N-Total. Data hasil pengamatan terhadap parameter penelitian di analisis terlebih dahulu dengan uji kehomogenan ragam Bartlett. Data yang dinyatakan homogen dilanjutkan dengan uji analisis ragam, namun saat data tidak homogen dilakukan transformasi data terlebih dahulu. Analisis ragam yang memperlihatkan bahwa aplikasi ampas biji kelor berpengaruh nyata (P ≤ 0,05), selanjutnya dilakukan uji nilai tengah menggunakan LSD pada level α 5%.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian ampas biji kelor berpengaruh sangat nyata terhadap pH dan N-total tanah gambut. Hal ini menunjukkan bahwa ampas biji kelor dapat memperbaiki sifat kimia tanah gambut dengan peningkatan nilai pH dan kadar N-total. Dosis terbaik ampas biji kelor dalam mempengaruhi pH dan N-total tanah gambut adalah 20 t ha-1. Perlakuan ini memberikan hasil terbaik yang mampu meningkatkan pH dan kandungan N-total tanah gambut pada 30 HSI. Dosis perlakuan 20 t ha-1 dapat dianggap sebagai dosis paling efektif dalam meningkatkan pH dan kandungan N-total di tanah gambut. Terdapat korelasi positif antara pH dan N-total tanah gambut pada 14 dan 30 HSI. Korelasi antara pH dan N-total tanah 30 HSI tergolong kuat dan signifikan.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI