DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Keterasingan Masyarakat Lokal Akibat Eksistensi Perkebunan Sawit Di Desa Jejangkit Timur Kecamatan Jejangkit Kabupaten Barito Kuala | |
| PENGARANG | : | MOCHAMMAD FIKRI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-01-23 |
Penelitian ini berangkat dari adanya fenomena keterasingan yang ada di Desa Jejangkit Timur yang berkaitan dengan konsep alienasi (keterasingan), yang dikemukakan oleh Karl Marx. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Adapun informan yang terlibat dalam penelitian ini berjumlah 10 orang, menggunakan metode wawancara Snow ball. Penelitian ini memiliki tujuan untuk: (1) Mendeskripsikan realita keterasingan yang dialami masyarakat lokal akibat keberadaan perusahaan perkebunan sawit di Desa Jejangkit Timur Kecamatan Jejangkit Kabupaten Barito Kuala, (2) Mendeskripsikan upaya menghadapi keterasingan yang dilakukan masyarakat akibat keberaan perusahaan perkebunan sawit di Desa Jejangkit Timur Kecamatan Jejangkit Kabupaten Barito Kuala.
Hasil penelitian ini menunjukkan Bentuk kesejahteraan kehidupan masyarakat dalam segi sosial-ekonomi sebelum adanya perusahaan perkebunan sawit bisa dibilang baik. Sebelumnya, Desa Jejangkit Timur adalah pengasil padi dan ikan dengan jumlah yang besar. Dapat dilihat tingkat kesejahteraan masyarakat sangat ditentukan oleh sejauh atau sebanyak apa hasil yang diperoleh masyarakat melalui pemanfaatan dan pemberdayaan potensi sumber daya alam yang ada di Desa Jejangkit Timur. Namun, setelah masuknya perusahaan perkebunan sawit berdampak pada keterasingan yang dirasakan oleh masyarakat kehilangan lahan garap sebagai penunjang sumber kehidupan dan imbas dari adanya perusahaan sawit juga memberikan dampak perubahan dengan tercemarnya lahan, menghasilkan masalah dalam proses pemanfaatan lahan dan menurunnya sumber ekonomi bagi masyarakat yang ada di Desa Jejangkit Timur. Perubahan ini membawa dinamika dalam struktur sosial-budaya masyarakat seperti budaya gotong royong yang dulu sangat kuat dalam kehidupan sehari-hari masyarakat tergerus karena pola kerja yang lebih individualis dan terikat oleh perusahaan. Kemudian waktu berkumpul seperti musyawarah desa, kegiatan adat menjadi berkurang karena masyarakat lebih banyak disibukkan dengan aktivitas kerja di perkebunan sawit. Adapun upaya yang dilakukan oleh masyarakat untuk menghadapi dampak keterasingan akibat adanya perusahaan perkebunan sawit seperti, Usulan masyarakat kepada pihak perusahaan, mengelola bibit dan usaha mikro sebagai upaya jangka pendek. Selanjutnya, peran kelompok tani dan pemanfaatan galam sebagai upaya jangka panjang untuk keberlanjutan hidup sehari-hari masyarakat Desa Jejangkit.
Kata Kunci: Keterasingan, Masyarakat Lokal, Pekebunan Sawit, Sosial-ekonomi dan Budaya.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI