DIGITAL LIBRARY



JUDUL:SIRUP KULIT KAYU MANIS SEBAGAI PRODUK EKONOMI (TINJAUAN SOSIAL BUDAYA PADA MASYARAKAT MERATUS LOKSADO)
PENGARANG:AHMAD SAJIDIN
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-01-26


Ahmad Sajidin, 2025. Sirup Kulit Kayu Manis Sebagai Produk Ekonomi (Tinjauan

Sosial Budaya Pada Masyarakat Meratus Loksado). Skripsi Jurusan

Pendidikan Sosiologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan,

Universitas Lambung Mangkurat. Pembimbing Alfisyah.

 

 

Kata Kunci: Sirup, Kulit kayu manis, Sosial budaya

 

Masyarakat adat Orang Meratus di Pegunungan Meratus. Salah satu

komoditas andalan mereka adalah kayu manis, yang bernilai ekonomi tinggi dan

telah diolah menjadi produk seperti sirup kayu manis yang bermanfaat bagi

kesehatan. Meski potensinya besar, pengembangan produk ini masih terhambat

oleh kendala sosial budaya.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya yang

dilakukan masyarakat dalam meningkatkan produk sirup kulit kayu manis di

kalangan Orang Meratus Kecamatan Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan,

serta mengetahui kendala sosial budaya dalam upaya meningkatan produk sirup

kulit kayu manis di kalangan Orang Meratus Kecamatan Loksado, Kabupaten Hulu

Sungai Selatan.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian

kualitatif. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan sumber

primer dan sekunder. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi,

wawancara dan dokumentasi. Analisis hasil penelitian dilakukan melalui reduksi

data, penyajian data, dan menarik kesimpulan data.

Berdasarkan hasil penelitian maka ditemukan: (1) Kendala sosial budaya

dalam meningkatan produk sirup kulit kayu manis di kalangan Orang Meratus

Kecamatan Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan. a) Keterbatasan Adaptasi

Sosial Terhadap Inovasi. b) Dominasi tradisi dan kebiasaan Lokal terhadap

Konsumsi Produk untuk publik. (2) Upaya masyarakat dalam meningkatkan produk

sirup kulit kayu manis di kalangan Orang Meratus Kecamatan Loksado, Kabupaten

Hulu Sungai Selatan yaitu: a) Sumber Daya Manusia (People) b) Peralatan

Produksi (Plant). c) Bahan Baku dan Komponen Produk (Parts) d) Metode

Pengolahan dan Teknologi (Processes) e) Sistem Perencanaan dan Pengendalian

(Planning and Controlling).

Berdasarkan hasil penelitian maka disarankan: (1) Bagi pelaku usaha

meningkatkan keterampilan melalui pelatihan, menggunakan peralatan modern,

menerapkan standar bahan baku, serta memperbaiki pengolahan dan kemasan agar

lebih higienis dan menarik. (2) Bagi peneliti selanjutnya mengkaji lebih dalam

aspek sosial budaya, teknologi tepat guna, rantai pasok, pemasaran berbasis budaya,

dan dampak pelatihan terhadap peningkatan kapasitas usaha.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI