DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | STUDI GEOKIMIA BATUAN MENGENAI POTENSI PEMBENTUKAN AIR ASAM TAMBANG PADA PT. DAMANKA PRIMA DI KECAMATAN BENGALON, KABUPATEN KUTAI TIMUR, KALIMANTAN TIMUR | |
| PENGARANG | : | NORKHOLIS | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-01-26 |
Kegiatan penambangan batubara memiliki potensi besar untuk memicu masalah lingkungan, salah satunya adalah terbentuknya Air Asam Tambang (AAT). AAT terbentuk akibat teroksidasinya mineral sulfida, seperti pirit, yang terkandung dalam batuan penutup (overburden) saat terekspos ke udara dan air. Oleh karena itu, diperlukan kajian geokimia batuan untuk mengidentifikasi material pembentuk asam (Potentially Acid Forming atau PAF) dan material non-pembentuk asam (Non-Acid Forming atau NAF) sebagai langkah awal untuk menentukan strategi pengelolaan yang tepat.Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi geokimia batuan penutup dan batubara, membuat model sebaran, menghitung estimasi volume material PAF dan NAF, serta memberikan rekomendasi penanganan yang sesuai selama kegiatan penambangan berlangsung. Metode yang digunakan adalah uji statik pada 20 sampel batuan hasil pengeboran geoteknik. Parameter uji yang dilakukan meliputi pH pasta, Total Sulfur, Potensi Pembentukan Asam Netto (PAN), dan Kapasitas Penetralan Asam (KPA). Analisis klasifikasi batuan dilakukan menggunakan metode Acid Base Accounting (ABA) dan Screening Criteria yang membandingkan Potensi Pembentukan Asam Netto (PPAN) dan pH PAN.Hasil pengujian pada 20 sampel menunjukkan nilai rata-rata Potensi Pembentukan Asam Netto (PPAN) sebesar 11.13 dan nilai rata-rata pH PAN sebesar 3.87. Berdasarkan kriteria penapisan (Screening Criteria), batuan di lokasi penelitian terklasifikasikan menjadi 7 sampel PAF, 3 sampel NAF, dan 10 sampel Uncertain (UC). Tingginya proporsi sampel PAF dan UC mengindikasikan adanya potensi pembentukan AAT yang signifikan di area penambangan.Berdasarkan hasil karakterisasi dan model sebaran yang dibuat, rekomendasi penanganan material PAF dan UC adalah melalui tindakan pencegahan (mitigasi) seperti segregasi material secara ketat dan penimbunan terkontrol (encapsulation). Material NAF yang tersedia harus dimanfaatkan sebagai lapisan penyangga, penetral, dan/atau lapisan penutup kedap air pada timbunan batuan penutup untuk meminimalkan kontak material PAF dengan oksigen dan air.
Kata Kunci: Air Asam Tambang, Batubara, Disposal, PAF dan NAF, Uji Statik.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI