DIGITAL LIBRARY



JUDUL:PRARANCANGAN PABRIK N-BUTANOL DARI N-BUTIRALDEHID MENGGUNAKAN PROSES HIDROGENASI DENGAN KATALIS COPPER ZINC OXIDE KAPASITAS 28.500 TON/TAHUN
PENGARANG:GITA ANDINI MAHARANI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-01-26


 N-butanol atau n-butil alkohol adalah alkohol dengan dan rumus molekul C4H9OH atau CH3(CH2)3OH. Senyawa ini merupakan cairan yang tidak berwarna, yang sebagian larut (sekitar 7-8%) dalam air, tapi bercampur dengan mudah dengan pelarut organik seperti glikol, keton, alkohol, aldehida, eter, hidrokarbon aromatik dan alifatik. Di Indonesia saat ini, pabrik yang memproduksi n-Butanol hanya PT. Petro Oxo Nusantara (PON) dengan kapasitas 1.000 ton/tahun. Berdasarkan kebutuhan n-Butanol di Indonesia yang cukup tinggi, maka perlu dilakukan prarancangan pabrik n-Butanol dengan kapasitas yang dipertimbangkan yaitu sebesar 28.500 ton/tahun dengan bahan baku n-Butiraldehid melalui proses hidrogenasi. Pabrik n Butanol ini direncanakan berdiri pada tahun 2030. Proses hidrogenasi berlangsung di dalam reaktor fixed bed (FBR) secara eksotermis dengan kondisi operasi suhu 192°C dan tekanan 4 atm. n-Butanol merupakan hasil reaksi dari 1 mol n-Butiraldehid dan 11 mol hidrogen dengan proses hidrogenasi dengan konversi reaksi sebesar 76%. Selanjutnya tahap pemurnian n-Butanol menggunakan menara distilasi. Tahap ini terjadi proses pemurnian n-Butanol untuk menghilangkan reaktan yang tersisa dengan memanfaatkan perbedaan titik didih sehingga didapat produk akhir n-Butanol dengan kemurnian 99,5%. Dengan kapasitas produksi 28.500 ton/tahun, pabrik ini akan dirancang untuk memenuhi sebagian besar kebutuhan domestik dan mengurangi ketergantungan impor. Bahan baku yang digunakan dalam pembuatan n-Butanol yaitu n-Butiraldehid sebanyak 4799,0507 kg/jam dan hidrogen sebanyak 1475,9757 kg/jam. Pabrik beroperasi selama 330 hari pertahun. Lokasi yang dipilih untuk mendirikan pabrik ini berada di Kawasan Industri Muara Pagatan, Kalimantan Selatan dengan luas 30.000 m2. Kebutuhan air utilitas diambil dari Sungai Kusan sebanyak 159114,1122 kg/jam. Tenaga kerja yang dibutuhkan sebanyak 135 orang dan bentuk Perusahaan Perseroan Terbatas (PT) dengan sistem organisasi garis dan staf. Berdasarkan perhitungan evaluasi ekonomi untuk pendirian pabrik n-Butanol di atas dibutuhkan modal tetap sebesar Rp177.434.923.473, sedangkan untuk modal kerja sebesar Rp934.763.936.992. Total manufacturing cost yaitu sebesar Rp3.203.001.949.861. Biaya yang dikeluarkan untuk produksi yaitu sebesar Rp3.632.746.981.002. dengan total harga jual produk sebesar Rp 3.847.500.696.595. Keuntungan yang diperoleh dari pendirian pabrik ini yaitu keuntungan sebelum pajak sebesar Rp131.532.346.615. dan sesudah pajak sebesar Rp126.660.778.222. Berdasarkan perhitungan evaluasi ekonomi untuk pendirian pabrik n Butanol didapatkan nilai Return of Investment (ROI) sesudah pajak sebesar 32,04%, Pay Out Time (POT) sesudah pajak selama 2,58 tahun. Sedangkan nilai Break Even Point (BEP) sebesar 48,6% dan Shut Down Point (SDP) sebesar 33,27%. Nilai-nilai tersebut menunjukan bahwa pabrik ini bisa dipertimbangkan pendiriannya dan dapat diteruskan ke tahap perencanaan pabrik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pabrik ini layak untuk didirikan. Kata kunci: n-Butanol, n-butiraldehid, hidrogen, hidrogenasi.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI